Merahputih.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 496.967 tiket kereta api untuk periode angkutan Lebaran Idul Fitri 2026 telah terjual hingga Kamis (5/2). Berdasarkan data per pukul 10.00 WIB, angka tersebut mencakup pemesanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 22 Maret 2026.
Puncak Pemesanan di H-3 dan H-2 LebaranTingginya minat penumpang terlihat jelas pada periode mendekati hari raya. Penjualan tiket tertinggi sejauh ini terjadi pada H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026 dengan total 60.577 tiket, disusul oleh H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 yang mencapai 58.430 tiket.
Baca juga:
Penjualan Tiket KA Lebaran 2026 Meningkat, H-2 Jadi Tanggal Terfavorit Pemudik
Sementara itu, untuk keberangkatan H-1 hingga H2 Lebaran, angka pemesanan bergerak stabil di kisaran 39.000 hingga 47.000 tiket.
"Hingga 5 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, total pemesanan tiket untuk periode 11 Maret hingga 22 Maret 2026 telah mencapai 496.967 tiket," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Anne menjelaskan bahwa saat ini sistem pemesanan masih mengikuti skema H-45, sehingga masyarakat baru bisa melakukan pemesanan hingga jadwal keberangkatan 22 Maret 2026. Angka ini dipastikan akan terus melonjak seiring dibukanya jadwal penjualan untuk tanggal-tanggal berikutnya.
Keamanan Berlapis dan Rencana KA TambahanGuna mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI sedang melakukan finalisasi rencana pengoperasian kereta api (KA) tambahan.
Baca juga:
Menjelang Ramadan 2026, Penjualan Tiket Kereta Jarak Jauh untuk Mudik masih ‘Sedikit’
Selain menambah armada, pemeriksaan menyeluruh terhadap lokomotif dan rangkaian kereta terus dilakukan untuk memastikan kondisi operasional yang optimal. Sistem boarding pun diperketat dengan teknologi face recognition untuk memastikan validitas identitas penumpang.
"KAI berkomitmen memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan kereta api berlangsung tertib, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat," tegas Anne.
Masyarakat diimbau hanya melakukan transaksi melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, atau mitra Online Travel Agent (OTA) resmi. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penipuan serta praktik percaloan yang merugikan pelanggan di masa puncak angkutan lebaran.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F02%2F04%2F3c5161b1-197f-45f6-98e5-2aaf59637328.jpg)



