Harga emas dunia turun pada Kamis (5/2/2026), sementara perak anjlok sekitar 19 persen, seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
IDXChannel - Harga emas dunia turun pada Kamis (5/2/2026), sementara perak anjlok sekitar 19 persen, seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi jual luas di pasar global yang mendorong investor melikuidasi kepemilikan logam mulia.
Emas spot (XAU/USD) merosot 3,70 persen ke level USD4.780,67 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sesi di USD4.759,48.
Perak spot merosot 19,57 persen ke USD70,93 per troy ons, setelah sebelumnya jatuh hingga USD70,69 dalam sesi perdagangan yang sama.
Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam dua pekan, indeks S&P 500 turun mendekati posisi terendah dua pekan, sementara Nasdaq terperosok ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.
“Sebagian pelaku pasar menghadapi tekanan margin dan mungkin menutup posisi di logam karena kerugian di pasar saham. Secara fundamental, tidak ada yang berubah,” kata Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn, dikutip dari Reuters.
Logam mulia memang bergerak sangat volatil dalam beberapa sesi terakhir. Emas dan perak mencatat penurunan terdalam dalam beberapa dekade pada Jumat lalu, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi.
“Pergerakan seperti itu tidak bisa ‘diperbaiki’ dalam semalam, dan volatilitas masih tinggi. Pasar biasanya membutuhkan waktu untuk mencerna, yang sering kali berujung pada penurunan lanjutan,” ujar analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada.
Dari sisi geopolitik, Rusia dan Ukraina menyepakati pertukaran besar tawanan setelah perundingan yang dimediasi AS.
Presiden Donald Trump juga melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping yang ia sebut “sangat positif”, meski ketegangan terkait Taiwan masih membayangi.
Perhatian pasar turut tertuju pada rencana perundingan AS-Iran di Oman pada Jumat.
Sementara itu, JP Morgan menyebut emas dan perak kecil kemungkinan sepenuhnya bergerak terpisah.
Namun, valuasi perak yang relatif mahal membuatnya rentan terhadap koreksi tajam saat pasar memasuki fase risk-off. Meski demikian, bank tersebut melihat batas bawah jangka pendek di kisaran USD75-USD80 dan pemulihan menuju USD90 tahun depan.
Produsen perhiasan Pandora beralih ke produk berlapis platinum untuk mengurangi eksposur terhadap fluktuasi tajam di pasar perak.
Di sisi lain, platinum spot turun 7,5 persen ke USD2.057,86 per ons, sementara paladium melemah 5,3 persen ke USD1.680,50 per ons. (Aldo Fernando)





