Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen sepanjang tahun 2025.
Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan pertumbuhan tersebut tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) mencapai Rp3.926,15 triliun, dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp2.263,24 triliun.
“Jika dibandingkan capaian selama tahun 2024, ekonomi Jakarta tahun 2025 tumbuh sebesar 5,21 persen,” kata Kadarmanto dalam keterangannya, Kamis (5/1/2026).
BPS mencatat penyumbang tertinggi pada ekonomi Jakarta berasal dari sektor usaha penyedia akomodasi dan makan minum yang mencapai 9,33 persen.
Kemudian, sektor transportasi dan pergunangan sebesar 8,69 persen, dan jasa lainnya sebesar 8,46 persen.
“Capaian ini terlihat dari jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang mengalami peningkatan,” ungkapnya.
Kadarmanto menyebut struktur ekonomi Jakarta masih didominasi oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor.
“Kontribusi sebesar 18,12 persen terhadap total ekonomi,” kata dia.
Di sisi lain, Kadarmanto mengatakan masih ada tiga lapangan usaha yang mengalami kontraksi selama 2025. Di antaranya sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang minus 3,60 persen.
Kemudian, sektor pertambangan dan penggalian minus 7,79 persen. Serta, sektor pengadaan listrik gas minus 12,49 persen.(saa/raa)



