Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Bursa Efek Indonesia mencatat koreksi signifikan pada indeks utama dan saham unggulan di tengah tekanan pasar._
Pasar modal Indonesia mengawali perdagangan akhir pekan dengan tekanan jual yang cukup masif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tajam pada sesi perdagangan Jumat 6 februari 2026, mengikuti tren negatif yang melanda sejumlah sektor utama.
Berdasarkan data perdagangan pagi ini, indeks komposit terpantau merosot hingga 188,20 poin atau setara dengan 2,32 persen. Penurunan ini membawa IHSG menjauh dari level psikologisnya ke posisi 7.915,66.
Sentimen negatif tidak hanya memukul indeks secara umum, namun juga berdampak pada kelompok saham-saham paling likuid di tanah air. Indeks LQ45, yang menjadi barometer bagi 45 emiten dengan kapitalisasi pasar besar, tercatat melemah 16,33 poin atau 1,97 persen ke level 813,02.
Analisis Gerak Pasar
Para pelaku pasar tampaknya cenderung mengambil langkah konservatif pada pembukaan pagi ini. Tekanan pada indeks LQ45 mengindikasikan bahwa saham-saham blue chip yang biasanya menjadi penopang pasar sedang mengalami aksi jual yang cukup signifikan.
"Pergerakan pasar pagi ini mencerminkan adanya penyesuaian portofolio oleh para investor di tengah dinamika ekonomi global," tulis keterangan resmi pemantauan bursa pada Jumat 6 Februari 2026.
Meskipun terjadi pelemahan yang cukup dalam, volume perdagangan tetap terpantau aktif. Para analis menilai bahwa posisi IHSG saat ini sedang menguji level dukungan (support) baru setelah mengalami reli pada periode sebelumnya.
Investor kini tengah menanti rilis data makroekonomi domestik lebih lanjut yang diharapkan mampu memberikan stimulus bagi pembalikan arah indeks di akhir sesi nanti.
Langkah hati-hati sangat disarankan bagi para pemodal ritel dalam menghadapi volatilitas yang cukup tinggi di awal sesi ini, sembari memperhatikan sentimen global yang sedang berkembang.
Editor: Redaktur TVRINews





