Mendikdasmen Tegaskan AI Tak Gantikan Peran Guru dalam Pembelajaran

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan.

Menyikapi hal tersebut, Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menegaskan bahwa AI harus dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru.

Penegasan itu disampaikan Mendikdasmen saat membuka seminar internasional bertajuk Navigating the Future: English Language Education with AI and the Evolving Role of Educators yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa pendidikan sejatinya berorientasi pada pembentukan karakter dan kemanusiaan, aspek yang tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apa pun.

“AI adalah hasil dari teknologi, algoritma, dan machine learning. Ia merupakan alat bantu. Namun pendidikan tetap bertujuan membentuk manusia yang berkarakter, mampu mengendalikan teknologi, serta menggunakannya untuk kemaslahatan bersama dan keberlanjutan bumi,” ujar Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen juga mengungkapkan rencana kebijakan strategis terkait penguatan pembelajaran Bahasa Inggris. Mulai tahun 2027, Bahasa Inggris direncanakan menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas 3 sekolah dasar.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan komunikasi global sejak usia dini.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris tidak cukup hanya berfokus pada hafalan, melainkan perlu diarahkan pada pendekatan deep learning yang menekankan pemahaman, penggunaan bahasa secara kontekstual, serta pengalaman belajar yang aktif dan bermakna.

Melalui forum ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam dialog global terkait pendidikan di era AI.

Kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin diharapkan mampu memperkaya kebijakan serta praktik pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia, dengan tetap menjunjung prinsip pendidikan yang berpusat pada manusia.

“Kami berharap seminar ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah. Dalam jangka panjang, upaya ini diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan nasional,” tutup Abdul Mu’ti.(faz/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
4 Pemuda yang Aniaya Pencuri di Aceh Tengah Divonis Pidana 3 Bulan Percobaan
• 35 menit lalukumparan.com
thumb
Transaksi Program Belanja Nasional 2025 Tembus Rp393,78 Triliun
• 15 menit laluidxchannel.com
thumb
Bos PT BR Kabur saat OTT, KPK Ultimatum Agar Kooperatif
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Rusia Menghadapi Krisis Pemuda, Intelijen Memprediksi Penurunan Drastis pada Tahun 2040
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
Pesan Angela Tanoesoedibjo ke Kader Perindo Sulsel: Turun ke Masyarakat Bangun Ekonomi Bernilai Tambah
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.