Moodys Turunkan Outlook Kredit Indonesia Jadi Negatif, Ini Respons Airlangga

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Airlangga menjelaskan penurunan peringkat itu kemungkinan karena sebelumnya investasi yang kerap dilakukan oleh BUMN mendapatkan sumber pembiayaan dari APBN.

Moodys Turunkan Outlook Kredit Indonesia Jadi Negatif, Ini Respons Airlangga. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait hasil rilis lembaga pemeringkat dunia, Moody’s Ratings, yang menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. 

Airlangga menjelaskan penurunan peringkat itu kemungkinan dilakukan karena sebelumnya investasi yang kerap dilakukan oleh Perusahaan BUMN mendapatkan sumber pembiayaan dari APBN. 

Baca Juga:
Airlangga Yakin Inflasi 2026 Terkendali Berkat Rantai Pasok Pangan Terjaga

Dia menilai, ke depan dengan hadirnya Danantara seluruh investasi tidak lagi ditanggung kas negara namun oleh Danantara. 

"Outlook itu membutuhkan penjelasan. Tentu ada perbedaan di tahun ini karena investasi biasanya kan dibiayai oleh BUMN atau melalui APBN. Nah saat sekarang investasi dilakukan dengan Danantara," ujar Airlangga saat ditemui usai acara Pertemuan Tahun Industri Jasa Keuangan 2026 di Jakarta, Kamis malam (5/2/2026).

Baca Juga:
Airlangga Harap Juda Agung Bisa Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Fiskal-Moneter

Airlangga mengaku telah menemui Danantara untuk segera menyiapkan jawaban yang akan disampaikan kepada lembaga rating tersebut. Dia menegaskan, Pemerintah tetap berkomitmen untuk mempertahankan rasio defisit APBN di angka 3 persen dari PDB.

"Jadi saya sudah bicara dengan Danantara di mana mereka juga akan mempersiapkan langkah-langkah untuk menjelaskan kepada rating agency," kata dia. 

Baca Juga:
Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Airlangga Sebut Semua Mesin Pertumbuhan Bergerak

Sebelumnya, Moody's Rating mempertahankan rating utang Indonesia Baa2 meski outlook dipangkas dari 'stabil' menjadi 'negatif'. Penurunan outlook tersebut didasarkakn pada kekhawatiran stabilitas kebijakan di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Perubahan outlook tersebut diumumkan menyusul aksi jual besar-besaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu. Hal tersebut terkait dengan kekhawatiran investor terhadap kelayakan investasi atas saham-saham Indonesia.

Moody's menambahkan, jika tren ini berlanjut, kondisi tersebut dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah terbangun sejak lama, yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gus Ipul Ajak Masyarakat Hidupkan Gerakan Peduli Tetangga
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Tak Terima Ressa Rizky Sebut Pria Single, Dini Kurnia Tuntut Status Anak dan Nafkahnya: Nggak Ada Mantan Anak
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Protes Penonaktifan KIS di Kantor Bupati Jeneponto Berujung Ricuh
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengakuan Hector Souto usai Kalahkan Jepang, Sebut Laga Tersulit Timnas Futsal Indonesia
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Binar Tuangkan Pikiran dan Pengalaman yang Personal Lewat Album Debut Suaka
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.