Penulis: Fityan
TVRINews-Toronto
Investigasi "Project South" Ungkap Keterlibatan Aparat dalam Jaringan Kejahatan Terorganisir dan Upaya Pembunuhan.
Otoritas Kanada mengumumkan penangkapan sedikitnya delapan anggota dan mantan anggota Kepolisian Toronto dalam sebuah investigasi luas yang mengungkap infiltrasi "korosif" kejahatan terorganisir ke dalam institusi penegak hukum terbesar di negara tersebut.
Pihak kepolisian menduga para petugas tersebut menerima suap, membantu pengedar narkoba, hingga membocorkan data pribadi kepada pelaku kriminal untuk memfasilitasi aksi penembakan.
Bahkan, beberapa di antaranya diduga membantu sindikat dalam plot pembunuhan terhadap seorang petugas pemasyarakatan.
"Tidak ada sudut masyarakat yang kebal dari jangkauan kejahatan terorganisir. Namun, ketika kejahatan tersebut menembus Kepolisian Toronto, dampaknya jauh melampaui kesalahan hukum yang terjadi," ujar Kepala Polisi Toronto, Myron Demkiw, dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini.
Operasi Berisiko Tinggi
Investigasi yang diberi kode "Project South" ini dimulai pada Juni 2025, dipicu oleh upaya pembunuhan seorang petugas penjara di Toronto.
Wakil Kepala Polisi York, Ryan Hogan, mengungkapkan bahwa tersangka sempat mendatangi rumah korban dengan senjata api dan menabrak mobil polisi di lokasi tersebut.
Hogan menjelaskan bahwa oknum polisi secara ilegal mengumpulkan informasi pribadi untuk diserahkan kepada pelaku kriminal. "Ini mengakibatkan kerugian serius di komunitas kita," kata Hogan, yang menyebut investigasi ini sebagai yang tersulit dalam hampir tiga dekade kariernya.
Selain aparat, polisi juga menangkap tujuh warga sipil, termasuk tiga orang yang terlibat langsung dalam plot pembunuhan dan empat lainnya yang memiliki kaitan dengan jaringan kejahatan internasional.
Penyalahgunaan Wewenang dan Narkotika
Salah satu tersangka utama, Brian Da Costa, diduga mengelola operasi perdagangan narkoba yang canggih. Dalam penangkapan Januari lalu, petugas menyita sekitar 76 kilogram ganja dan hampir setengah kilogram fentanyl yang sedianya akan dikirim ke Eropa.
Modus operandi para oknum ini mencakup pemberian "perlindungan" bagi pengedar narkoba hingga pencurian dokumen identitas seperti paspor dan SIM dari fasilitas kepolisian.
Berikut adalah beberapa poin krusial dari investigasi tersebut:
• Melibatkan 400 Personel: Operasi gabungan antara kepolisian York, Toronto, dan Ontario.
• Hubungan Industri Tow-Truck: Penyelidikan mengungkap kaitan dengan kekerasan senjata dan perebutan wilayah di industri mobil derek.
• Sanksi Tegas: Empat petugas yang masih aktif kini telah dibebastugaskan tanpa gaji.
Kepala Polisi Myron Demkiw menegaskan bahwa kasus ini memiliki magnitudo yang luar biasa dan tanpa preseden. Meski demikian, ia menekankan bahwa tindakan segelintir oknum ini tidak mencerminkan integritas lebih dari 8.000 anggota kepolisian lainnya.
"Tanggung jawab utama kami adalah melakukan pemeriksaan yang jujur, mengidentifikasi kelemahan, dan memperbaikinya demi menjaga kepercayaan masyarakat," tegas Demkiw.
Di sisi lain, serikat pekerja kepolisian menyatakan akan memastikan para anggotanya mendapatkan proses hukum yang adil dan dukungan kesejahteraan selama persidangan berlangsung, namun menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai detail penyelidikan.
Pihak berwenang kini tengah meninjau kembali kasus-kasus lama yang pernah ditangani oleh para petugas terkait untuk memastikan apakah ada investigasi sebelumnya yang disabotase atau dimanipulasi.
Editor: Redaktur TVRINews




