GenPI.co - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menanggapi sikap politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang usul Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin dua periode.
Jamiluddin Ritonga mengatakan pernyataan Jokowi tersebut, upaya untuk “mengunci” Prabowo Subianto, secara politik.
“Harapannya, itu akan membuat Prabowo merasa serba salah untuk menolak Gibran,” katanya dikutip dari JPNN, Jumat (6/2).
Dia menilai Jokowi mencoba menekan psikologis Ketua Umum Partai Gerindra itu, supaya menerima Gibran menjadi cawapres di Pilpres 2029.
“Jokowi mencoba menekan secara psikologis dan politik. Jadi, Prabowo mencoba dikunci untuk tidak memiliki pilihan lain,” ujarnya.
Eks Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menyampaikan Jokowi menyadari, Gibran akan kesulitan menjadi Wapres RI, kalau tidak berpasangan dengan Prabowo.
“Tanpa dengan Prabowo, peluang Gibran kembali menjadi wapres itu kecil. Bahkan, kecil kemungkinan ada sosok lain yang mau berpasangan dengan Gibran,” ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan sikap mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.
“Saya sudah menyampaikan, Prabowo-Gibran dua periode. Itu saja,” kata Jokowi di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Kamis (22/1).
Jokowi untuk Pemilu 2029 pun telah memutuskan akan berjuang mati-matian demi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI,” kata Jokowi, saat Rakernas di Makassar, beberapa hari lalu. (ast/jpnn)
Tonton Video viral berikut:





