Merahputih.com - Pasar keuangan Indonesia mengawali perdagangan akhir pekan dengan rapor merah setelah nilai tukar rupiah melemah 23 poin ke level Rp 16.865 per dolar AS.
Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,32 persen ke posisi 7.915,66 pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat (6/2) pagi.
Baca juga:
KPK Bawa Duit Rp 400 Juta Dari Rumah Dinas Bupati Indragiri Hulu Riau, Ada Dolar Singapura
Kondisi ini mencerminkan tekanan berat pada aset domestik. Rupiah yang sebelumnya berada di angka Rp16.842 per dolar AS kini harus terkoreksi 0,14 persen.
Tren negatif ini selaras dengan pergerakan IHSG yang kehilangan 188,20 poin di menit-menit awal perdagangan.
Sektor Saham Unggulan Ikut BerguguranTidak hanya indeks sektoral, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga tidak berdaya menghadapi tekanan jual. Indeks LQ45 tercatat turun 16,33 poin atau 1,97 persen ke posisi 813,02.
Baca juga:
IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman
Penurunan ini mempertegas bahwa sentimen negatif menyasar saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar yang biasanya menjadi penopang bursa.




