Pemerintah mengumumkan jadwal pembelajaran bagi siswa selama bulan Ramadan 2026. Hal tersebut ditetapkan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menko PMK Pratikno, di Kantor Kemenko PMK, pada Kamis (5/2/2026).
Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta pimpinan tinggi madya dan pratama dari kementerian/lembaga terkait lainnya.
Berikut skema pembelajaran selama bulan Ramadan 2026:
Pembelajaran di luar satuan pendidikan (libur awal puasa) pada 18 hingga 20 Februari 2026.
Pembelajaran tatap muka pada 23 Februari hingga 16 Maret 2026.
Libur pasca-Ramadan pada 23 hingga 27 Maret 2026.
Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pembelajaran selama bulan Ramadan tidak hanya diarahkan pada aspek akademik, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter sosial anak-anak Indonesia.
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu, pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Menko PMK dalam siaran pers, Jumat (6/2).
Bagi murid beragama Islam, kegiatan dapat berupa tadarus Al-Quran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan iman, takwa, dan akhlak mulia. Sementara itu, murid beragama non-Islam difasilitasi melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan lain sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Selain penguatan keagamaan, pembelajaran selama Ramadan juga diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Kegiatan tersebut antara lain berbagi takjil, penyaluran zakat dan santunan, kompetisi keagamaan seperti lomba azan, musabaqah tilawatil Quran (MTQ), cerdas cermat keagamaan, serta berbagai kegiatan positif lainnya.
“Kita ingin anak-anak belajar empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Ramadan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, gerakan satu jam tanpa gawai, dan kegiatan positif lainnya,” ucap Pratikno.
Dengan pengaturan ini, Pratikno berharap pembelajaran selama bulan Ramadan 2026 tidak hanya menjaga keberlanjutan proses pendidikan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membentuk generasi yang beriman, berkarakter kuat, dan peduli terhadap sesama.




