Blok M Cuan Pasca MRT, SMRA Hingga MTLA 'Turun Gunung' Garap Pengembangan Lintas Timur-Barat

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten properti tercatat menjajaki kerja sama pengembangan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Lintas Timur–Barat (East–West Line) yang direncanakan membentang hingga Balaraja, Banten.

PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan perluasan jalur tersebut akan memasuki tahap studi untuk Fase 2 rute Kembangan–Balaraja sepanjang sekitar 30 kilometer. Rencana ini menarik minat sejumlah pengembang yang memiliki kawasan di sepanjang koridor tersebut. Sebagai informasi, koridor awal yakni Bundaran HI-Lebak Bulus telah menjadi magnet pertumbuhan yang terlihat dari munculnya banyak pusat kawasan ekonomi baru.

Berdasarkan data MRT Jakarta, pihak-pihak yang terlibat dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara lain PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) melalui PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong) dan PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI), PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), PT Intiland Development Tbk. (DILD) melalui PT Sinar Puspapersada, PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) melalui Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Putri), serta Paramount Enterprise International.

Metropolitan Land Tbk. - TradingView

Setelah penjajakan awal ini, MRT Jakarta bersama para pengembang akan membentuk joint working group yang akan bekerja selama 2 tahun ke depan. Kelompok kerja tersebut bertugas menyusun rencana pengembangan jalur Kembangan–Balaraja, termasuk aspek interkoneksi, integrasi kawasan, hingga kajian teknis dan bisnis.

Direktur MTLA Olivia Surodjo mengatakan keterlibatan perseroan masih berada pada tahap awal diskusi, khususnya terkait penempatan stasiun MRT di kawasan yang dilalui jalur tersebut. Menurutnya, dampak terhadap kinerja perseroan baru dapat diperhitungkan secara lebih jelas ketika proyek memasuki tahap pembangunan.

“MoU ini merupakan langkah awal diskusi mengenai penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas interkoneksi kawasan. Belum ada angka investasi yang bersifat mengikat,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga

  • Harga Emas Antam Hari Ini (6/2) Naik Tipis di Pegadaian, Per Gram Rp3,25 Juta
  • Moodys Pangkas Outlook Indonesia, Simak Dampaknya ke Lantai Bursa
  • Moody's Ubah Outlook Rating Kredit RI jadi Negatif, Menko Airlangga: APBN Tahun ini Agak Beda

Hal senada disampaikan oleh Presiden Direktur SMRA Adrianto P. Adhi. Ia menjelaskan nota kesepahaman tersebut mencakup kajian bersama pengembangan koridor Kembangan–Balaraja, meliputi aspek teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko.

Sementara itu, Presiden Direktur Paramount Land M. Nawawi menyebut keterlibatan pengembang dalam proyek MRT ini bersifat jangka panjang dan berkaitan dengan upaya penataan kawasan di sepanjang koridor Timur–Barat. Menurutnya, integrasi transportasi massal akan memengaruhi pola pengembangan kawasan ke depan.

Direktur Paramount Land Chrissandy Dave menambahkan bahwa perseroan saat ini masih berfokus pada pengembangan kawasan komersial yang tumbuh seiring peningkatan aktivitas di wilayah sekitarnya. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh rencana tersebut tetap bergantung pada perkembangan dan realisasi proyek MRT ke depan.

Berdasarkan data Paramount Estate Management, pertumbuhan kawasan Maggiore sepanjang 2023 hingga 2025 mencapai 711%, dengan lebih dari 400 bisnis kuliner dan gaya hidup yang saat ini aktif beroperasi. Dia menyebut strategi pengembangan ini sejalan dengan strategi adaptabilitas  di tengah masa penuh tantangan. 

--

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hampir 70 Orang Daftar Seleksi Terbuka Deputi Industri Olahraga Kemenpora
• 23 jam laludetik.com
thumb
Bursa Asia Melemah, Investor Bimbang Soal Kelanjutan Bubble Saham AI
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Fahidin HDK Minta Maaf atas Kegaduhan Demo di Paripurna HUT Bulukumba, Sesalkan Cara Penyampaian Aspirasi
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Presiden Prabowo Sambut PM Australia Albanese di Istana Merdeka
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa Magnitudo 6,4 di Pacitan Guncang Jawa Timur
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.