OJK Proyeksikan Kredit Perbankan 2026 Tumbuh 10-12 Persen

celebesmedia.id
4 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makasaar - Di tengah kondisi masih besarnya kredit yang belum dicairkan oleh debitor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kredit perbankan tahun 2026 tumbuh 10 sampai 12 persen.

Proyeksi itu diutarakan Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026, Kamis (5/2/2026) di Jakarta. Hadir antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah menteri lainnya.

OJK mencatat pada Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63 persen yoy (November 2025: 7,74 persen) menjadi Rp8.586 triliun.

Menurut data BI, kredit perbankan pada 2025 tumbuh 9,69% (yoy), berada dalam kisaran prakiraan BI 8-11% secara tahunan. BI memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 pada kisaran 8-12%.

Sementara dari sisi permintaan, menurut pandangan BI, pelaku usaha perlu terus didorong untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang tercatat masih cukup besar pada Desember 2025, yaitu Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari plafon kredit yang tersedia. 

Dalam kesempatan PTIJK itu, Friderica menyatakan optimistis tren positif kinerja sektor jasa keuangan di 2026 bisa berlanjut dengan mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi, serta kebijakan-kebijakan yang diambil.

Alasan OJK proyeksikan kredit perbankan tumbuh sebesar 10 - 12 persen, karena didukung 

pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 7 – 9 persen.  Namun OJK, menurut Priderica, akan melakukan review outlook secara berkala untuk diselaraskan dengan perkembangan pertumbuhan outlook ekonomi nasional. 

Berdasarkan jenis penggunaan pqda 2025 lalu, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 

20,81 persen, diikuti oleh kredit konsumsi 6,58 persen, sedangkan kredit modal kerja 4,52 persen. 

Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh sebesar 11,61 persen yoy. Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 15,44 persen.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,83 persen yoy (November 2025: 12,03 persen yoy) menjadi Rp10.059 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 19,13 persen, 14,28 persen, dan 8,19 persen yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Desember 2025 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 126,15 persen (November 2025: 131,49 persen) dan 28,57 persen (November 2025: 29,67 persen) dan masih di atas threshold

masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 200,97 persen.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,05 persen (November 2025: 2,21 persen) dan NPL net sebesar 0,79 persen (November 2025: 0,86 persen). Loan at Risk (LaR) juga menunjukkan tren penurunan menjadi sebesar 8,77 persen (November 2025: 9,22 persen).

Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,53 persen (November 2025: 2,51 persen). Permodalan (CAR) sebesar 25,89 persen (November 2025: 26,05 persen), menjadi 

bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kereta Api di Yogya Sempat Berhenti Imbas Gempa 6,5 M Guncang Pacitan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Simak, Ini Aturan "Free Float" Resmi BEI bagi Calon Emiten yang Ingin IPO
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Wahai Sjafrie Sjamsoeddin, Anda Berpotensi Mengganggu Stabilitas BUMN
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
BPS Sebut Angka Pengangguran Indonesia Turun Jadi 4,71 Persen
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Gaspol! Kementrans Kebut Pembangunan Ratusan Sekolah dan Fasilitas Umum
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.