Siklon Tropis Penha telah mendarat di Mindanao, Filipina. Meski berada di luar wilayah Indonesia, badai ini turut mempengaruhi kondisi cuaca di dalam negeri.
Penha adalah nama internasional sistem cuaca tersebut, sedangkan di Filipina dikenal dengan nama Basyang.
Mengutip media Filipina, Inquirer, Penha alias Basyang telah mendarat di Surigao del Norte di Mindanao dan kini berada di sekitar wilayah Agusan del Norte.
Menurut Philippine Atmospheric, Geophysical, Astronomical and Services Administration (PAGASA), Penha mendarat di wilayah Bayabas, Surigao del Norte pada Kamis (5/2) malam pukul 23.50 waktu setempat.
Setelah itu, badai tropis tersebut terakhir terdeteksi di sekitar Kota Cabadbaran, Agusan del Norte.
Penha Masuk Daratan Lagi Jumat PagiBerdasarkan prakiraan jalur pergerakannya, Penha diperkirakan akan terus melintasi daratan Mindanao dan bergerak ke Laut Bohol. Kemudian Penha kembali mendarat di wilayah selatan Cebu dan Negros Oriental pada Jumat pagi.
Pengaruh Siklon Penha di IndonesiaSementara itu, BMKG menjelaskan, Siklon Tropis Penha berkembang dari Bibit Siklon Tropis 94W yang mencapai intensitas siklon tropis pada 4 Februari 2026 pukul 19.00 WIB. Saat ini, posisi berada di utara Pulau Mindanao, Filipina.
“Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Penha dalam 24 jam ke depan persisten dalam kategori 1 (satu) dengan pergerakan ke arah barat–barat laut menjauhi wilayah Indonesia,” jelas BMKG, Jumat (6/2).
Penha memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di sejumlah wilayah Indonesia yang berbatasan laut dengan Filipina hingga Sabtu (7/2), yaitu:
Hujan dengan intensitas sedang – lebat
• Sulawesi Utara
• Gorontalo
Angin kencang
• Kep. Sangihe
• Kep. Talaud
Gelombang laut tinggi 1.25 – 2.5 m (Moderate Sea)
• Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua
• Perairan Kep. Sangihe
• Laut Sulawesi bagian timur
Gelombang 2.5 – 4.0 m (Rough Sea)
• Samudera Pasifik utara Maluku

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5367870/original/073341300_1759318082-20251001-Asep_Guntur_Rahayu-HEL_1.jpg)


