Lima perjalanan kereta api (KA) di wilayah Malang sempat berhenti luar biasa akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,2 berpusat di laut Pacitan, Jatim. Lima perjalanan kereta api ini meliputi tiga perjalanan kereta api jarak jauh dan dua kereta barang.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengungkapkan, kelima perjalanan kereta api itu berhenti di sejumlah titik, baik di perlintasan kereta maupun stasiun yang ada di wilayah Daop 8 Surabaya sisi selatan.
"Tercatat perjalanan kereta api mengalami berhenti luar biasa meliputi KA Matarmaja relasi Stasiun Jakarta-Malang Kota Baru, KA Ijen Ekspres relasi Stasiun Ketapang - Malang Kota Baru dua perjalanan, serta KA Limas dan Cargo," kata Mahendro, Jumat (6/2) pagi.
Pemberhentian luar biasa itu disebut Mahendro untuk memastikan dampak dari gempa yang terjadi Jumat pukul 01.06 WIB. Hal ini demi upaya perlindungan dan pengamanan, guna memastikan keselamatan seluruh pelanggan.
"Jadi sesaat setelah gempa dirasakan, kami segera berkoordinasi dengan seluruh unit terkait dan menerapkan prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) pada perjalanan kereta api yang melintas. Langkah ini diambil untuk memberikan waktu bagi petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian, meliputi jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya," papar Mahendro.
KA TerlambatMenurut Mahendro, pemeriksaan prasarana dilakukan secara menyeluruh oleh petugas prasarana di berbagai wilayah operasional. Berdasarkan laporan bertahap dari petugas di lapangan, seluruh lintas dinyatakan aman dan layak operasi, sehingga perjalanan kereta api kembali dijalankan secara normal.
"Kereta api mengalami keterlambatan, yang meliputi KA Matarmaja, KA Ijen Ekspres (dua perjalanan), serta KA Limas dan Cargo. Kami sampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Mahendro.
Pihaknya akan terus melakukan pemantauan kondisi prasarana dan operasional perjalanan kereta api, serta berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap situasi, demi menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan tepercaya bagi masyarakat.
Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang kawasan pesisir selatan Pulau Jawa dini hari tadi. Gempa berpusat di Pacitan dengan koordinat 8,98° LS ; 111,18° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 89 km arah tenggara Pacitan pada kedalaman 58 kilometer.
Gempa itu dirasakan oleh sejumlah wilayah di pesisir selatan Pulau Jawa mulai Bantul, Sleman, Pacitan, Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Surakarta, Karanganyar, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, hingga Malang.




