Bisnis.com, SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat sejumlah bangunan rusak usai gempa bumi magnitudo M6,2 mengguncang sekitar wilayah Kota Pacitan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan, gempa tektonik yang terjadi di megathrust tersebut berdampak pada belasan bangunan, baik kediaman warga maupun tempat usaha.
Kabupaten Pacitan sebagai titik yang dekat dengan pusat gempa adalah daerah administratif yang paling terdampak dengan sebaran kerusakan terbanyak, yakni wilayah Kecamatan Pacitan, Pringkuku, dan Arjosari.
"Berdasarkan data terkini sebanyak lima unit rumah di Kecamatan Pacitan rusak ringan, Kecamatan Pringkuku sebanyak dua unit rumah rusak ringan, dan Kecamatan Arjosari tercatat sebuah unit rumah rusak ringan," beber Satriyo, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, Satriyo menjelaskan gempa bumi juga berimbas pada sejumlah bangunan di Kota Blitar. Sebanyak satu unit rumah dan satu unit tempat usaha kafe dilaporkan rusak sedang di Kecamatan Kepanjenkidul.
"Selanjutnya, gempa bumi juga terdampak Kabupaten Ponorogo, tepatnya di Kecamatan Sambit, tercatat satu unit rumah dilaporkan rusak ringan," tambahnya.
Baca Juga
- Gempa Pacitan, KAI Daop 6 Hentikan Luar Biasa 14 Kereta Api
- Gempa Pacitan M6,4 Ternyata Jenis Megathrust, Ini Penjelasan BMKG
- Gempa Magnitudo 6,4 di Pacitan Tidak Picu Tsunami, Warga Panik!
Satriyo menjelaskan atas peristiwa tersebut pihaknya belum menerima informasi mengenai korban jiwa. Ia mengatakan bahwa proses validasi data oleh petugas di lapangan saat ini masih terus berjalan.
"Korban dalam proses pendataan," tuturnya.
Saat ini, personel dari BPBD Provinsi Jawa Timur serta BPBD kabupaten/kota telah diterjunkan ke berbagai lokasi terdampak. Petugas melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mendata kerusakan dan korban akibat gempa bumi.



