Pakar Ekspresi Soroti Permintaan Maaf Denada pada Ressa, Singgung Ada Rasa Muak dan Emosi Lainnya

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pakar ekspresi soroti permintaan maaf Denada pada Ressa. Singgung ada rasa muak yang disembunyikan.

Setelah melalui drama panjang, Denada akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi. Hal tersebut ia bagikan di unggahan Instagram pribadinya.

Pada kesempatan itu, sang penyanyi juga menyampaikan bahwa Ressa adalah anak kandungnya. Ia juga meminta maaf kepada yang bersangkutan.

"Assalamualaikum warrahmatulahi wabarakatuh, saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya," ucapnya.

Alasan dirinya saat itu adalah karena kondisi psikisnya tidak layak. Hal itu membuatnya memilih untuk tidak merawat Ressa dan memberikannya untuk orang lain.

"Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa, karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak.

Saya juga ingin minta maaf kepada Ressa, karena baru saat ini setelah sekian lama, baru saat ini saya memberitahukan Ressa bahwa saya adalah ibu kandungnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia pun mengakui bahwa keputusannya saat itu adalah kebodohannya. Pun dengan ucapan permintaan maaf kepada pihak-pihak terkait.

"Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya dan saya minta maaf. Saat ini saya cuma bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap, semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya, ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya dan dengan keadaan bahwa saya masih harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang sesuai dengan harapan anak-anak saya.

Saya juga minta maaf pada almarhumah Mama, dan saya juga minta maaf keoada semua deik-adik saya. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa dan kekhilafan saya amin ya rabbalan alamin. Demikian, terima kasih, wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh," tutupnya.

Pakar Ekspresi Soroti Permintaan Maaf Denada

Baca Juga: Selama Ini Disembunyikan, Foto Lawas Denada Liburan Bareng Ressa Rosano di Luar Negeri Bocor

 

Permintaan maaf Denada juga mendapat tanggapan dari pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra. Ia menyebut Denada tulus meminta maaf kepada Ressa.

"Secara verbal, permintaan maaf yang tulus itu bisa dilihat dari apakah memenuhi tiga indikator," kata Kirdi, dikutip dari Tribun Seleb.

"Indikator pertama adalah dia sebut siapa yang minta maaf. Berarti saya gitu kan dia sebut tuh Denada."

"Yang kedua, kepada siapa yang minta maaf? Kepada Reza kan gitu dia minta maaf. Dan kenapa dia minta maaf gitu bahwa dia sudah abai, itu juga dia sebut tuh."

"Jadi kalau bicara secara verbal ini memenuhi kaidah bahwa ini permintaan maaf yang bisa disebut permintaan maaf yang tulus," bebernya.

Sebagai seorang pakar ekspresi, Kirdi juga menyinggung ada rasa muak dari permintaan maaf Denada kepada Ressa. Ada beberapa emosi yang tertuang dalam video tersebut.

"Kita bicara tentang nonverbal. Ekspresi dari Denada ketika dia melakukan permintaan maaf dan klarifikasi itu ada empat respons emosi atau ekspresi yang tampil di wajahnya dia ya," ujar Kirdi.

"Yaitu satu, takut ya dengan ketegangan di samping pipinya gitu. Kemudian ada kesedihan ketika turun bibir dan alis pinggir turun beberapa kali."

"Kemudian juga dia terlihat ada ekspresi tegang karena mukanya terlihat beberapa otot kencang gitu."

"Dan kemudian ada ketidaksukaan, ada rasa muak gitu dalam beberapa poin kalimatnya yang dia sampaikan," jelasnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kronologi Satpam RS di Kulon Progo Dianiaya Usai Tegur Pengunjung Merokok, Berakhir Laporkan Pelaku ke Polisi
• 23 jam lalugrid.id
thumb
3 Lembaga Pemeringkat Internasional Soroti Tata Kelola RI, Said Abdullah: Presiden Perlu Pimpin Reformasi
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Bahlil Tegaskan Golkar Berdiri untuk Menjaga Ideologi Pancasila
• 38 menit lalutvrinews.com
thumb
Jadwal Salat Bandung 6 Februari 2026
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Sekadar Segar, Jus Seledri Punya 3 Manfaat Besar bagi Tubuh
• 21 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.