610 CJH di Maros Ikut Manasik Haji Terintegarasi

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAROS — Sebanyak 610 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros mengikuti bimbingan manasik haji terintegrasi, Jumat, 6 Februari 2026 di Masjid Agung.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin disela-sela kegiatan manasik haji Jumat, 6 Februari 2026.

“Itu terdiri atas 217 CJH laki-laki dan perempuan sis banyak 393 orang,” katanya.

Dia juga mengatakan untuk CJH tertua di Maros usianya sekitar 99 tahun dan termuda usia 15 tahun.

Saat ini kata dia, progresnya sudah tahapan pembentukan kloter, rombongan dan regu.

“Insyaallah paling lambat besok semua pramanifest itu sudah kita serahkan ke Kanwil untuk kemudian diproses penyelesaian visanya sebelum tanggal 8 Februari,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan tahun ini, Kabupaten Maros mendapat kuota haji sebanyak 610 jemaah.

Dimana angka itu tersebut meningkat signifikan dibanding kuota tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar 315 orang calon jemaah.

Para jemaah ini juga akan didampingi satu orang petugas sehingga total rombongan mencapai 611 orang.

“Jadi jemaah haji Maros nantinya terbagi dalam delapan kelompok terbang,” katanya.

Dia juga menjelaskan kalau para jemaah akan masuk Asrama Haji 30 April 2026 sebagai tahapan persiapan sebelum keberangkatan.

“Insya Allah jemaah Maros berangkat di awal, yakni Kloter 14 pada 1 Mei 2026 mendatang. Sehari sebelumnya, tanggal 30 April, jemaah sudah masuk asrama,” katanya.

Dia juga mengatakan kalau saat ini, jumlah daftar tunggu haji di Kabupaten Maros mencapai sekitar 11 ribu orang dengan masa tunggu keberangkatan sudah berkurang.

“Dari yang sebelumnya bisa mencapai 35 tahun kini sudah berkurang, sisa sekitar 26 tahun,” jelas mantan Ketua DPRD Maros ini.

Dia juga mengimbau agar masyarakat melakukan pendaftaran haji di daerah masing-masing. Sebab, sistem keberangkatan telah diatur berdasarkan wilayah pendaftaran.

“Sekarang sistemnya sudah diatur. Jadi mendaftar di daerah masing-masing dan berangkat juga dari daerah tersebut. Masa tunggu saat ini sekitar 26 tahun,” katanya.

Dalam rangka memastikan kesiapan jemaah, Pemerintah Kabupaten Maros terus berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Urusan Haji dan Umrah.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni pelaksanaan manasik haji terintegrasi yang telah digelar sebanyak 50 kali.

Melalui manasik tersebut, jemaah diberikan pembekalan terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji, termasuk kesiapan mental, fisik, serta teknis pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Dia juga mengingatkan para calon jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.

Selain itu, jemaah diminta mulai melakukan latihan fisik karena ibadah haji membutuhkan ketahanan stamina yang baik.

“Pertama jaga kesehatan karena masih ada waktu menjelang keberangkatan. Kedua, lakukan latihan fisik karena ibadah haji juga membutuhkan kesiapan fisik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan seluruh data calon jemaah haji dari kabupaten dan kota di Sulsel telah terkumpul.

Selanjutnya kata dia, akan diusulkan untuk penerbitan visa oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Alhamdulillah persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Sulawesi Selatan saat ini masuk tahap pengusulan pemvisaan. Data dari kabupaten kota sudah terkumpul, dan insyaallah terakhir tanggal 8 nanti kloter akan diusulkan untuk dibuatkan visa oleh Pemerintah Saudi,” katanya.

Dia mengatakan tahun 2026, Sulawesi Selatan mendapatkan kuota haji sebanyak 9.670 jemaah.

Akan tetapi, jumlah tersebut bertambah setelah adanya pengalihan kuota sebanyak 33 jemaah dari Provinsi Papua yang tidak terpakai.

Sehingga dengan tambahan tersebut, total kuota haji Sulawesi Selatan tahun ini menjadi 9.703 jemaah.

“Tambahan 33 kuota yang tidak digunakan oleh Papua diberikan ke Sulawesi Selatan. Yang akan menggunakan itu adalah cadangan lunas nomor urut porsi terkecil,” sebutnya.

Dia juga menyebutkan kalau, jumlah kelompok terbang (kloter) jemaah haji Sulawesi Selatan tahun ini juga mengalami peningkatan. Dari 41 kloter, kini bertambah menjadi 43 kloter.

Tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji juga terlihat dari jumlah cadangan jemaah yang telah melunasi biaya haji.

Saat ini tercatat sebanyak 1.600 jemaah masuk dalam daftar cadangan lunas.

Berbagai pembekalan telah diberikan melalui bimbingan manasik haji.

Materi pembekalan mencakup seluruh tahapan perjalanan ibadah, mulai dari persiapan meninggalkan rumah, kegiatan di Asrama Haji, proses selama penerbangan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kembali ke daerah asal. (rin)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ukir sejarah, Timnas Futsal Indonesia melaju ke final Piala Asia
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Polrestabes Medan Sebut Penyidik Hadir di Lokasi Pemukulan Maling, Propam Dalami
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
• 9 jam lalusuara.com
thumb
400 Personel Diterjunkan, Polda Sulsel Bersama Polres Pelabuhan dan Polrestabes Bersihkan Pantai Losari
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Iran-AS Berunding soal Nuklir di Oman, Trump Kembali Lontarkan Ancaman
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.