Menteri LH soal Pantai di Bali Diserang Sampah Kiriman: 75% Berakhir di Sungai

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq membeberkan sejumlah penyebab pantai-pantai di Bali selalu dipenuhi sampah, terutama pada saat musim hujan atau angin musim barat.

Angin musim barat ini biasanya berlangsung sejak November hingga Maret. Berdasarkan catatan kumparan, nelayan setempat bernama Untung (50 tahun) bahkan sudah menyaksikan pemandangan tak estetik tahunan itu sejak tahun 1991 atau selama 34 tahun.

Menurut Hanif, persoalan sampah di pantai-pantai ini rumit karena pengelolaan di darat belum tertangani dengan baik, terutama di Pulau Jawa.

Berdasarkan data SIPSN KLHK (2023), volume timbulan sampah Indonesia mencapai lebih dari 32 juta ton per tahun.Sampah didominasi rumah tangga dan sisa makanan.

Menurut Hanif, pengelolaan sampah secara nasional berakhir di TPA pada tahun 2025 baru bisa ditangani sekitar 10 persen. Penanganan sampah pada awal tahun 2026 baru bisa diatasi sekitar 24 persen.

Sisa sampah masih terbuang ke sungai. Sampah-sampah di sungai mengalir ke laut hingga ke pantai-pantai di Bali.

"Sebenarnya ini masalah yang tidak sederhana, complicated dan ini dimulai dari Jawa. Artinya ada bahwa 75 persen masih turun di sungai-sungai. Nah, kebawalah ke sini. Jadi proyeksi saya, dengan mohon maaf sebesar-besarnya, maka kehadiran sampah datangan ini, sampah musiman sepertinya belum bisa kita tangani dari sumber," katanya di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (6/2).

Selain itu, walau Pemerintah Provinsi Bali, telah memasang sejumlah trash boom, namun sampah-sampah juga belum terkelola dengan baik. Trash boom adalah penghalang terapung di perairan untuk mengumpulkan, menahan, dan mengarahkan sampah serta puing-puing terapung agar tidak tersebar luas.

"Pak Gubernur ( Bali Wayan Koster) sudah masang trash boom di semua sungai dan memang ternyata Bali juga belum semuanya masuk ditangani dengan baik," katanya.

Upaya pemerintah saat ini menangani sampah dengan melakukan gotong royong membersihkan sampah di pinggir pantai. Pemerintah bakal mengedepankan upaya penegakan hukum bagi warga, pelaku usaha dan instansi yang membuang sampah sembarangan.

"Kita bersepakat untuk mengoperasionalkan Undang-Undang nomor 18 Tahun 2008 untuk menegakkan penanganan sampah sesuai dengan norma yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Kita tidak segan-segan mengoperasionalkan tindak pidana ringan bagi semua pihak yang tidak melakukan tata kelola sampah yang baik," katanya.

Sementara itu, menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai, tumpukan sampah di Bali ini bakal mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. Dia memprediksi jumlah kunjungan berpotensi menurun hingga 3 persen.

"Nah, jadi kalau destinasi kita kotor, tidak ada lagi turis yang mau datang. Menurut studi, bisa 3 persen lebih itu dampaknya penurunan defisa dan kunjungannya," sambungnya.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebelumnya menyoroti persoalan sampah di Bali. Prabowo mengaku ada jenderal hingga pejabat di Korea yang mengeluhkan betapa kotornya Bali.

"Dia bilang, 'Your Exellency', I just came from Bali, ow Bali so dirty now, Bali not nice'. Bah, saya tapi terima itu sebagai koreksi. Ini harus kita atasi bersama," katanya SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2) kemarin.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Zodiak yang Tidak Suka Mengandalkan Orang Lain
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
15 Rumah Rusak Akibat Gempa Pacitan Hari Ini, BPBD Masih Lakukan Pendataan
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Kunjungan Ditjen Penataan Agraria Soroti Inovasi Pertanian Al Markaz
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Praktisi Hukum Soroti Skema Tarif Royalti Musik: Perlu Penyederhanaan!
• 21 jam laludisway.id
thumb
Mau Beri Kado Imlek Buat Orang Terkasih Kamu? Ini 10 Pilihan Hadiah yang punya Simbol Keberuntungan​
• 22 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.