Menpar Ingatkan Dampak Serius Sampah di Destinasi Wisata, Devisa Negara Bisa Turun hingga 3 Persen

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa kondisi destinasi wisata yang kotor dapat berdampak langsung pada penurunan devisa negara dan jumlah kunjungan wisatawan.

"Kalau destinasi kita kotor, tidak ada lagi turis yang mau datang, bisa 3 persen lebih itu dampaknya penurunan devisa dan kunjungannya," ujarnya saat mengikuti aksi bersih di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat, 6 Februari 2026.

Bali Jadi Contoh, Sampah Ancaman Nyata Sektor Pariwisata

Aksi bersih-bersih pantai yang dihadiri Menpar merupakan bagian dari upaya konkret menjawab isu sampah yang kini menjadi perhatian serius di destinasi wisata unggulan seperti Bali.

Menpar meminta agar kegiatan bersih-bersih seperti ini dilakukan secara rutin, bukan hanya kegiatan seremonial sesaat.

Ia juga mengimbau pelibatan pelajar sekolah dalam kegiatan bersih-bersih sebagai cara menanamkan kesadaran sejak dini.

"Sejalan dengan arahan presiden, persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama, kerja kolektif, bukan tugas satu pihak, melalui gerakan wisata bersih dan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kebersihan didorong menjadi kebiasaan sehari-hari bukan hanya kegiatan sesaat saja," ungkapnya.

Kementerian Pariwisata menaruh perhatian besar terhadap isu ini, seiring arahan Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah.

Bali dipilih sebagai daerah percontohan karena menjadi penyumbang devisa pariwisata terbesar di Indonesia.

Kontribusi Bali dan Ajakan Nasional Menjaga Kebersihan

Sepanjang tahun 2024, sebanyak 6,4 juta atau 46 persen dari total wisatawan asing yang datang ke Indonesia masuk melalui Bali.

Devisa dari sektor pariwisata di Bali pada tahun tersebut tercatat mencapai Rp107 triliun dari total nasional Rp243 triliun.

Pada 2025, angka kunjungan wisatawan asing ke Bali meningkat menjadi 6.948.754 kunjungan.

Menpar menyebut Bali sebagai "satu permata pariwisata Indonesia" dan citra pariwisata nasional sangat melekat pada pulau tersebut di mata dunia.

Banyak warga Bali yang menggantungkan hidup dari sektor ini, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga pekerja hotel, seniman, dan pemandu wisata.

"Jadi kita harus jaga Bali kita, pantai kita, ini dari kebiasaan sehari-hari, dari masyarakat jangan buang sampah sembarangan dan juga dari industri pariwisata harus mengelola sampahnya sendiri," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa arahan menjaga kebersihan berlaku nasional.

"Di Banyuwangi juga, banyak sekali, sebenarnya saya ingin imbau juga masyarakat jangan buang sampah ke sungai, karena itu akan berdampak buruk dan dikirim juga, saling kirim-mengirim sampah," tegasnya.

Menpar Widiyanti menutup dengan ajakan kolaboratif antara masyarakat dan pelaku industri untuk menciptakan destinasi wisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK OTT Hakim di Depok Terkait Dugaan Suap Urus Perkara
• 21 jam laludetik.com
thumb
BUVA dan MINA Buka Suara soal Tersangka Kasus Tindak Pidana Pasar Modal Minna Padi
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Pesulap Merah Akui Telah Menikah dengan Ratu Rizky Nabila, Ini Alasannya
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Dorong Aliansi Pendidikan RI–Australia: SDM Indonesia Siap Isi Kebutuhan Tenaga Terampil Negeri Kanguru
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.