Jakarta: Binus University memperkuat kolaborasi riset bersama dengan Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan. Melalui konferensi Icobar–Smart 2026, keduanya berfokus menyoroti peran teknologi dalam membentuk tata kelola, model bisnis, dan sistem mobilitas yang berkelanjutan.
Vice Rector of Research and Technology Transfer Binus University Juneman Abraham mengatakan, kemajuan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem kota cerdas tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak. Menurutnya, inovasi apapun termasuk digital benar-benar menjadi milik publik.
“Kami berupaya agar teknologi masa depan tidak memperlakukan manusia sekadar sebagai data, melainkan sebagai subjek yang berdaya dalam ekosistem yang adil dan berkelanjutan bagi semua kalangan,” kata Juneman dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 6 Februari 2026.
Adapun Icobar–Smart 2026 menghadirkan rangkaian diskusi mencakup kecerdasan buatan, Internet of Things, smart mobility, digitalisasi rantai pasok, tata kelola dan kebijakan publik, pengembangan keterampilan masa depan, serta keberlanjutan yang menjembatani pengembangan riset dengan kebutuhan industri.
“Konferensi ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang mendorong pertukaran gagasan dan pembelajaran bersama, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat berkembang setelah forum ini berakhir,” ujar Chair Organizing Committee Icobar-Smart 2026 Joice Yulinda Luke.
Baca Juga :
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Digitalisasi UMKM(Pelaksanaan konferensi Icobar–Smart 2026. Foto: Dok istimewa) Memperkuat ekosistem riset dan inovasi Kolaborasi dengan KIIT memperkuat posisi Icobar–Smart 2026 sebagai platform pertukaran ilmu yang berlandaskan kualitas akademik dan jejaring internasional. Berbasis di Korea Selatan, KIIT konsisten mendorong pengembangan riset teknologi informasi melalui penyelenggaraan konferensi ilmiah dan publikasi akademik.
President Korean Institute of Information Technology Insik Choi menjelaskan, KIIT ikut berperan memperkuat ekosistem riset dan inovasi di bidang teknologi. Namun tantangan teknologi dan keberlanjutan menuntut kolaborasi riset lintas negara yang kuat sehingga kemitraan dengan Binus University menjadi penting.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mendorong pengembangan gagasan dan kolaborasi riset yang relevan dengan kebutuhan industri, kebijakan, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar dia.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494610/original/010821100_1770300879-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_20.49.05.jpeg)
