Penulis: Adi Gunawan
TVRINews, Sumatera Selatan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan menetapkan sebanyak 12 kabupaten dan kota di wilayah Sumsel dalam status siaga bencana. Penetapan ini dilakukan menyusul meningkatnya potensi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan sejumlah daerah telah mengalami bencana alam, mulai dari tanah longsor hingga ancaman banjir di wilayah perairan.
"Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah bencana terjadi di wilayah Sumatera Selatan, di antaranya tanah longsor di OKU Selatan serta potensi banjir di beberapa wilayah kabupaten," ujar Sudirman di Palembang, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah kabupaten bersama tim gabungan telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat, termasuk membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup akibat longsor di Kabupaten OKU Selatan.
"Pemerintah kabupaten bersama tim gabungan sudah melakukan upaya penanganan di lapangan, salah satunya membuka kembali akses jalan yang tertutup akibat bencana longsor," jelasnya.
BPBD Sumatera Selatan, lanjut Sudirman, terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk merespons setiap laporan bencana secara cepat. Tim Reaksi Cepat juga disiagakan untuk langsung diterjunkan ke lokasi terdampak.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Setiap laporan bencana langsung kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim respon cepat," ucapnya.
Selain upaya penanganan, BPBD Sumsel juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini. Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan data dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
"Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah," tutup Sudirman.
Editor: Redaksi TVRINews




