Terancam AI, Saham Perusahaan Software Dunia Kompak Melemah

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Saham sejumlah perusahaan perangkat lunak di seluruh dunia anjlok dalam beberapa hari terakhir.

Terancam AI, Saham Perusahaan Software Dunia Kompak Melemah. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Saham sejumlah perusahaan perangkat lunak di seluruh dunia anjlok dalam beberapa hari terakhir.

Dilansir dari ABC News pada Jumat (6/2/2026), hal ini dipicu peluncuran alat kecerdasan buatan (AI) oleh Anthropic yang dipandang dapat menggantikan deretan perangkat lunak yang saat ini dipakai luas.

Baca Juga:
Elon Musk Rencanakan Merger antara SpaceX, Tesla, dan xAI

Anthropic baru-baru ini meluncurkan serangkaian plugin baru untuk Claude Cowork, asisten AI yang dapat membuat dan mengatur dokumen. Plugin yang dirilis pada Jumat itu memungkinkan pelanggan menyesuaikan Claude Cowork untuk sektor-sektor tertentu seperti hukum, keuangan, atau pemasaran.

Perusahaan data dan layanan Thomson Reuters, serta firma teknologi hukum Legalzoom masing-masing turun lebih dari 15 persen pada Selasa. Penurunan dua digit juga menimpa perusahaan analisis data RELX dan perusahaan data keuangan FactSet.

Baca Juga:
Senasib dengan Microsoft dan Google, Saham Amazon Anjlok Imbas Pengeluaran AI

Saham perusahaan perangkat lunak besar Salesforce dan Workday juga turun awal pekan ini. Sebagian besar perusahaan tersebut memulihkan sebagian kerugian mereka pada Rabu, tetapi semuanya tetap di bawah posisi mereka pada awal pekan. 

Kekacauan ini terjadi di tengah kenaikan pasar saham selama bertahun-tahun yang didorong oleh antusiasme terhadap AI, meskipun beberapa analis telah menyuarakan kekhawatiran tentang risiko gelembung AI.

Baca Juga:
Elon Musk Resmi Gabungkan SpaceX dengan xAI

Analis yang berbicara kepada ABC News sepakat bahwa aksi jual di sejumlah perusahaan perangkat lunak menunjukkan kekhawatiran terhadap masa depan sektor tersebut. Namun, mereka berbeda pendapat tentang seberapa besar dampak AI ke sektor ini.

Vasant Dhar, seorang profesor ilmu data di Universitas New York yang memantau perkembangan AI, mengatakan bahwa layanan hukum dasar merupakan salah satu sasaran empuk AI.

"Anda pergi ke pengacara dan mereka mengenakan biaya ribuan dolar untuk hal-hal standar. Meninjau kontrak standar bukanlah masalah besar bagi AI," kata Dhar.

Namun, beberapa analis menyuarakan skeptisisme tentang potensi dampak AI terhadap sektor perangkat lunak tradisional.

"Saya tidak melihat perusahaan-perusahaan akan beralih dari vendor tradisional karena hal ini," kata Direktur Pelaksana Wedbush Dan Ives kepada ABC News.

"Anda tidak bisa begitu saja menjentikkan jari dan beralih ke model AI, khususnya di perusahaan besar," kata Ives. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PM Australia sampaikan belasungkawa bencana Sumatra-Jabar
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Gandeng Lembaga Riset Negara, Pemkab Sumbawa Akhiri Polemik Komunitas Cek Bocek
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Pesan Dasco di HUT ke-18 Gerindra: Terus Bergerak Dekat di Antara Rakyat
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ammar Zoni Enggan Kembali ke Nusakambangan, Pengacara Ajukan Permohonan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
BEI Bertemu dengan MSCI, Ungkap 3 Agenda Pembenahan Pasar Modal RI
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.