Dua senator Demokrat Amerika Serikat Senator Elizabeth Warren dan Andy Kim mendesak Pentagon untuk segera melakukan peninjauan terhadap SpaceX milik Elon Musk di tengah tuduhan bahwa investor Cina secara diam-diam mengakuisisi saham perusahaan.
“Ini dapat menimbulkan ancaman keamanan nasional, yang berpotensi membahayakan infrastruktur militer, intelijen, dan sipil utama,” demikian isi surat senator Demokrat AS kepada kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dikutip dari Reuters, Kamis (5/2).
Para anggota parlemen mengutip laporan media dan kesaksian pengadilan yang menunjukkan bahwa investor yang memiliki hubungan dengan Cina, menyalurkan dana melalui entitas di Kepulauan Cayman dan Kepulauan Virgin Britania Raya untuk menyamarkan pembelian saham SpaceX.
SpaceX yang didirikan oleh Elon Musk pada 2002 memainkan peran sentral dalam infrastruktur keamanan nasional AS. Perusahaan ini meluncurkan satelit militer dan intelijen, serta mengoperasikan jaringan komunikasi Starlink, yang digunakan oleh Pentagon dan untuk mendukung pertahanan Ukraina.
Namun SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai kekhawatiran senator itu.
Para senator memperingatkan bahwa kepemilikan investor Cina apa pun dapat memicu aturan AS yang mengatur kepemilikan, kendali, atau pengaruh asing, yang dikenal sebagai FOCI, mengingat potensi terungkapnya informasi atau teknologi sensitif.
Surat tersebut meminta Departemen Pertahanan untuk mengungkapkan sejauh mana kepemilikan Tiongkok, menilai apakah SpaceX tunduk pada persyaratan mitigasi FOCI, dan menentukan apakah investasi asing harus ditinjau oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat.
Para senator meminta tanggapan paling lambat 20 Februari.
Peran SpaceX Bagi Pemerintah ASSpaceX milik Elon Musk bekerja sama dengan beberapa perusahaan maupun kementerian di berbagai negara. Rinciannya sebagai berikut:
- NASA
- SpaceX dikontrak di bawah program Commercial Crew atau CCtCap untuk menyediakan transport awak ke ISS. Nilai kontrak awal untuk pengembangan dilaporkan beberapa miliar dolar Amerika Serikat, merujuk pada dokumen resmi NASA.
- SpaceX dipilih untuk CRS-2 atau resupply ISS. Kontrak ini merupakan kontrak multi-misi.
- SpaceX dipilih sebagai pemenang tender Human Landing System atau HLS untuk versi Starship.
- Militer AS
SpaceX mendapatkan kontrak peluncuran berbayar untuk muatan pemerintahan dan militer AS. Selain itu, ada kontrak terkait penggunaan Starlink pada operasi tertentu, termasuk dukungan komunikasi.
Beberapa miliarder dan perusahaan swasta memicu perlombaan ruang angkasa di AS, termasuk SpaceX dan Blue Origin milik Jeff Bezos.
Dengan NASA yang semakin bergantung pada kemitraan komersial dan pengeluaran pertahanan yang meningkat, industri ruang angkasa menjadi arena berisiko tinggi untuk dominasi teknologi, keamanan nasional, dan peluang ekonomi.
Bisnis SpaceX: Roket, Starlink, Pusat Data dan Pelacakan Luar AngkasaSpaceX baru-baru ini mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan xAI. Gabungan kedua perusahaan menciptakan entitas gabungan dengan nilai US$ 1,25 triliun atau Rp 20,97 kuadriliun, menurut Bloomberg News.
Setelah bergabung, perusahaan berencana membuat pusat data atau data center di luar angkasa.
SpaceX melalui lini usaha Starlink juga disebut berencana membuat smartphone atau ponsel pintar yang terhubung langsung ke satelit. Perusahaan roket ini juga mengumumkan layanan baru pelacakan ruang angkasa Stargaze.
Stargaze menggunakan kamera manuver kecil yang sudah terpasang di satelit Starlink untuk memantau peningkatan lalu lintas di orbit rendah Bumi, di mana tidak ada standar internasional untuk manajemen lalu lintas satelit.
Meskipun SpaceX mengatakan akan menyediakan sebagian data secara gratis kepada operator satelit, bisnis ini dapat menarik bagi pemerintah AS, di mana Pentagon dan Kantor Perdagangan Ruang Angkasa sipil sedang meningkatkan kemampuan pelacakan ruang angkasa mereka dengan sejumlah perusahaan rintisan pelacakan ruang angkasa AS yang menggunakan radar berbasis darat, serta SpaceX.
Prospek SpaceX memanfaatkan Starlink untuk pelacakan di orbit rendah Bumi telah menimbulkan kekhawatiran dari beberapa pihak di industri pelacakan ruang angkasa, bahwa sistem pemerintah AS yang penting dapat terlalu bergantung pada perusahaan tersebut.
Elon Musk pun menggambarkan SpaceX sebagai mesin inovasi terintegrasi vertikal paling ambisius di dan luar Bumi, dengan bisnis AI, roket, internet berbasis ruang angkasa, komunikasi langsung ke seluler, serta platform informasi dan kebebasan berbicara real-time.
Pengadilan Delaware tahun lalu mendukung keputusan seorang manajer dana untuk mengeluarkan seorang investor Cina dari dana yang dibentuk untuk membeli saham SpaceX, menurut berkas pengadilan.
Iqbaljit Kahlon, yang mengelola dana itu, telah menerima Leo Investments, perusahaan Cina yang terdaftar di bursa saham, sebagai mitra terbatas. SpaceX memberi tahu Kahlon bahwa dana ini tidak dapat membeli saham jika Leo tetap terlibat, yang mendorongnya untuk mengeluarkan investor dan mengembalikan uang US$ 50 juta.
Dana itu distrukturkan sebagai kendaraan tujuan khusus (SPV), cara umum bagi investor untuk mengumpulkan uang untuk membeli saham di perusahaan swasta seperti SpaceX. SPV memungkinkan banyak investor untuk menggabungkan modal menjadi satu kepemilikan saham, sehingga lebih mudah untuk memperdagangkan sebagian kecil saham tanpa perusahaan harus berurusan dengan sejumlah besar pemegang saham individu.

