JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat yang melintas di sekitar wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat, diimbau untuk menghindari Jalan Latumeten agar tidak terjebak macet imbas proyek flyover.
Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinar Wenny mengatakan, pembangunan flyover Latumeten memang berpotensi menimbulkan kemacetan.
"Selama pembangunan flyover Latumeten berlangsung, akan disediakan lajur pengganti, lajur alternatif di samping area pembangunan," kata Wenny saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Truk Tabrak Separator di Letjen S Parman Jakbar, Macet Parah hingga Latumeten
Bina Marga telah menyiapkan beberapa rute alternatif yang dapat digunakan pengendara menghindari kemacetan.
"Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, diimbau pengguna jalan melewati rute alternatif agar tidak perlu melewati Jalan Latumeten," ucap Wenny.
Untuk pengendara yang datang dari arah barat atau dari Jalan Daan Mogot menuju Jakarta Utara, pengendara dapat melintas melewati Jalan Pangeran Tubagus Angke.
Pengendara dari Jalan Daan Mogot dapat mengambil rute alternatif menuju Tubagus Angke dari kawasan Pesing dan akan berujung di persimpangan Latumeten dengan kawasan Jembatan Dua.
"Sementara, dari arah sebaliknya, yaitu dari utara atau Kota Tua, pengendara dapat melalui Jalan KH Moh Mansyur," ujar dia.
Nantinya, rute alternatif dari Jalan KH Moh Mansyur akan melintasi Jalan KH Hasyim Asyari dan berujung di Jalan Kyai Tapa, Grogol Petamburan.
Wenny pun meminta agar para pengendara tetap berhati-hati saat melintas, terutama yang tetap harus melewati area proyek di Jalan Latumeten.
Baca juga: Macet di Latumeten Mengular 3,5 Km, Mobil Tempuh 2 Jam untuk Jalan 1 Km
"Harap patuhi rambu lalu lintas dan tetap berhati-hati dalam berkendara demi keselamatan bersama," kata Wenny.
Wenny menyebut pembangunan flyover Latumeten ditargetkan rampung pada Desember 2026.
"Pekerjaan yang berlangsung pada pekan pertama Februari ini meliputi perancangan, Detour, Borepile, Pilecap, Drainase, dan operasional halte busway sementara," ucap Wenny.
Nantinya, flyover ini akan mmenghubungkan berbagai moda transportasi publik dan mengurangi kemacetan.
"Pembangunan flyover Latumeten ini sebagai upaya untuk mengurai kemacetan serta mengintegrasikan layanan moda transportasi Kereta Api dengan moda transportasi Transjakarta," tutur Wenny.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4272129/original/026336300_1671946274-321694918_5688241647959371_616132592234143028_n.jpg)


