Jakarta, VIVA – Nama Zayn Malik kembali menjadi perbincangan publik setelah disebut-sebut muncul dalam dokumen pribadi milik mendiang Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dibuka ke publik.
Arsip tersebut mengungkap adanya daftar selebritas dunia yang dinilai memiliki sikap politik sensitif, khususnya terkait dukungan terhadap Palestina. Scroll lebih lanjut yuk!
Temuan ini langsung menarik perhatian karena menyiratkan adanya risiko profesional yang pernah dihadapi sejumlah figur ternama, termasuk mantan personel One Direction tersebut.
Dalam berkas tahun 2014 yang tersimpan di arsip Epstein, ditemukan sebuah dokumen berjudul "Anti-Israel celebrities and their brands". Melansir Roya News, dokumen ini bukan sekadar catatan biasa, melainkan memuat pemetaan terperinci antara selebritas dengan merek, sponsor, atau pihak korporasi yang bekerja sama dengan mereka.
Tujuannya disebut-sebut untuk mengidentifikasi titik tekan ekonomi yang dapat digunakan sebagai bentuk tekanan terhadap figur publik yang dianggap memiliki pandangan politik kontroversial.
Zayn Malik tercantum dalam daftar tersebut bersama nama-nama besar lain seperti Emma Thompson, Stevie Wonder, Roger Waters, Penélope Cruz, Javier Bardem, hingga Danny Glover.
Pencantuman ini diyakini berkaitan dengan sikap terbuka Zayn dalam menyuarakan dukungannya terhadap Palestina di tengah konflik Gaza pada 2014.
Momen krusial tersebut terjadi ketika Zayn Malik menuliskan cuitan singkat bertagar "#FreePalestine". Meski tampak sederhana, unggahan itu disebut sebagai pemicu masuknya nama Zayn ke dalam radar pemantauan.
Dalam dokumen yang terungkap, unggahan tersebut dinilai cukup untuk menandai seorang selebritas sebagai figur yang berpotensi menimbulkan polemik, terutama bagi industri hiburan global yang sangat bergantung pada citra dan kerja sama komersial.
Istilah "Digital Guillotine" pun digunakan untuk menggambarkan fenomena ini, yakni mekanisme tekanan modern yang tidak dilakukan secara terang-terangan, tetapi melalui jalur ekonomi dan profesional. Selebritas yang bersuara lantang dinilai berisiko kehilangan dukungan sponsor, dijauhi studio, atau menghadapi jarak dari industri secara perlahan.
Dokumen-dokumen tersebut juga mengungkap adanya pola lebih luas dalam dunia hiburan, di mana pernyataan politik para selebritas tidak hanya dipantau, tetapi juga dikaitkan langsung dengan sumber pendanaan dan relasi bisnis mereka.




