Momentum Ramadan dan Idulfitri diproyeksikan menjadi katalis positif bagi pasar modal Indonesia. Peningkatan konsumsi rumah tangga yang ditopang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dinilai berpotensi mengerek kinerja emiten di sektor-sektor tertentu, khususnya ritel.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto, menilai sektor perbelanjaan menjadi salah satu sektor paling menarik untuk dicermati investor selama periode Ramadan hingga Lebaran. Menurut dia, pola musiman ini masih konsisten memengaruhi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia.
“Sektor yang menarik saat Ramadan dan Lebaran ada di sektor perbelanjaan,” kata William kepada Warta Ekonomi, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Jual Saham MTLA, Investor Ini Kantongi Cuan Rp88 Miliar
William menyebut terdapat empat emiten ritel yang berpeluang mencatatkan penguatan harga saham seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat. Keempat emiten tersebut adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS), dan PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF).
“Saham-sahamnya adalah MAPA, MAPI, RALS, dan LPPF,” ujarnya.
Baca Juga: Grab Serok Lagi Saham Superbank (SUPA), Habiskan Dana Rp667,38 Miliar
Menurut William, MAPI dan MAPA merepresentasikan segmen konsumen menengah ke atas dengan portofolio merek internasional yang kuat dan daya beli relatif stabil. Sementara itu, RALS dan LPPF cenderung menjadi pilihan utama masyarakat luas yang berburu kebutuhan sandang menjelang Lebaran.
Secara historis, emiten ritel kerap mencatat lonjakan pendapatan pada kuartal yang bertepatan dengan momen Lebaran. Peningkatan kinerja tersebut umumnya tercermin dalam laporan keuangan, yang kemudian direspons positif oleh pasar melalui kenaikan harga saham.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495186/original/057285600_1770359194-IMG_7635.jpg)

