Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menegaskan penanganan pergerakan tanah atau longsoran yang sudah menjadi lubang raksasa di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah bakal ditangani secara cepat sehingga tidak terus meluas.
"Kita mesti lakukan penanganan cepat, saya minta pekerjaan fisiknya sudah dilakukan," kata Dody Hanggodo, di Aceh Tengah, Jumat.
Penegasan itu disampaikan Menteri PU usai meninjau langsung longsoran tanah di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah yang terus meluas hingga menggerus jalan penghubung dengan Kabupaten Bener Meriah itu.
Dirinya menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterima dari tim, ada beberapa langkah yang segera dikerjakan. Salah satunya membuat grouting (membuat penghalang air di bawah tanah).
Baca juga: Menteri PU tinjau longsoran yang jadi lubang raksasa di Aceh Tengah
"Ada beberapa yang mau kita kerjakan, grouting lah, ada empat item. Karana di bawah ini (tanah dekat longsoran) masih ada pergerakan air yang mesti kita stop, itu perlu waktu tapi kita upayakan maksimal," ujarnya.
Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan penyebab gerakan tanah ini terjadi diantaranya karena batuan yang mudah lepas ketika terkena air, kemiringan lereng yang menyebabkan batuan mudah bergerak, erosi lateral dan adanya drainase yang membuat lereng tidak stabil dan jenuh air.
Kemudian, posisi longsoran tersebut tidak jauh dari Daerah Aliran Sungai(DAS) Peusangan atau hanya berjarak sekitar 500 meter lagi.
Secara teknis, lanjut Dody, terdapat beberapa langkah penanganan di sungai agar airnya tidak terus mengalir ke longsoran yang membuat tanahnya terus runtuh.
Karena, kata dia, berdasarkan studi dari tim Kementerian PU dan ahli dari Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, mengindikasikan air sungai tersebut mengalir ke longsoran.
Baca juga: Menteri PU: Anggaran 2026 fokus pada irigasi dan konektivitas
"Karena di seberang sana, juga dekat ada gua dan itu basah. Berarti air masuk ke situ akan kita tutup, di dekat sungai kita bikin tutupan, lalu diantara gua dan jalan kita bikin grouting supaya air tidak masuk atau lari ke sini," katanya.
Selanjutnya, tambah Dody, di titik longsoran juga diperkuat kembali agar tidak terus melebar. Sehingga perkebunan cabai masyarakat tidak hancur, dan bisa diselamatkan.
"Ini perlu sedikit lagi data untuk mulai dikerjakan fisiknya. Harus kita kerjakan sekarang. Tidak bisa tunggu besok," ujarnya.
Tetapi, karena banyak pekerjaan yang bakal dilakukan, maka sudah dipastikan membutuhkan waktu pengerjaannya, sehingga hasilnya nanti juga sempurna.
"Harapan memang secepatnya, tapi kualitas tetap harus kita jaga, supaya apapun yang kita kerjakan hari ini, bisa bertahan," katanya.
Disisi lain, kondisi jalan utama di sana memang sudah terputus akibat longsoran, tetapi kini sudah dibuatkan jalan alternatif yang berjarak sekitar 80 meter dari lubang tersebut, maka ini harus diantisipasi agar tidak ikut runtuh.
Meski juga terdapat jalan alternatif lain yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi, tetapi diharapkan jalan yang lebih dekat tidak dihantam longsoran.
"Jadi, makanya perlu saya juga arahkan bisa langsung kerja cepat, sehingga jalan yang bersisa 80 meter (dari longsoran) itu bisa bener-bener kita selamatkan," demikian Dody Hanggodo.
Baca juga: Mentri PU minta sungai di bawah Jembatan Way Bungur dinormalisasi
"Kita mesti lakukan penanganan cepat, saya minta pekerjaan fisiknya sudah dilakukan," kata Dody Hanggodo, di Aceh Tengah, Jumat.
Penegasan itu disampaikan Menteri PU usai meninjau langsung longsoran tanah di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah yang terus meluas hingga menggerus jalan penghubung dengan Kabupaten Bener Meriah itu.
Dirinya menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterima dari tim, ada beberapa langkah yang segera dikerjakan. Salah satunya membuat grouting (membuat penghalang air di bawah tanah).
Baca juga: Menteri PU tinjau longsoran yang jadi lubang raksasa di Aceh Tengah
"Ada beberapa yang mau kita kerjakan, grouting lah, ada empat item. Karana di bawah ini (tanah dekat longsoran) masih ada pergerakan air yang mesti kita stop, itu perlu waktu tapi kita upayakan maksimal," ujarnya.
Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan penyebab gerakan tanah ini terjadi diantaranya karena batuan yang mudah lepas ketika terkena air, kemiringan lereng yang menyebabkan batuan mudah bergerak, erosi lateral dan adanya drainase yang membuat lereng tidak stabil dan jenuh air.
Kemudian, posisi longsoran tersebut tidak jauh dari Daerah Aliran Sungai(DAS) Peusangan atau hanya berjarak sekitar 500 meter lagi.
Secara teknis, lanjut Dody, terdapat beberapa langkah penanganan di sungai agar airnya tidak terus mengalir ke longsoran yang membuat tanahnya terus runtuh.
Karena, kata dia, berdasarkan studi dari tim Kementerian PU dan ahli dari Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, mengindikasikan air sungai tersebut mengalir ke longsoran.
Baca juga: Menteri PU: Anggaran 2026 fokus pada irigasi dan konektivitas
"Karena di seberang sana, juga dekat ada gua dan itu basah. Berarti air masuk ke situ akan kita tutup, di dekat sungai kita bikin tutupan, lalu diantara gua dan jalan kita bikin grouting supaya air tidak masuk atau lari ke sini," katanya.
Selanjutnya, tambah Dody, di titik longsoran juga diperkuat kembali agar tidak terus melebar. Sehingga perkebunan cabai masyarakat tidak hancur, dan bisa diselamatkan.
"Ini perlu sedikit lagi data untuk mulai dikerjakan fisiknya. Harus kita kerjakan sekarang. Tidak bisa tunggu besok," ujarnya.
Tetapi, karena banyak pekerjaan yang bakal dilakukan, maka sudah dipastikan membutuhkan waktu pengerjaannya, sehingga hasilnya nanti juga sempurna.
"Harapan memang secepatnya, tapi kualitas tetap harus kita jaga, supaya apapun yang kita kerjakan hari ini, bisa bertahan," katanya.
Disisi lain, kondisi jalan utama di sana memang sudah terputus akibat longsoran, tetapi kini sudah dibuatkan jalan alternatif yang berjarak sekitar 80 meter dari lubang tersebut, maka ini harus diantisipasi agar tidak ikut runtuh.
Meski juga terdapat jalan alternatif lain yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi, tetapi diharapkan jalan yang lebih dekat tidak dihantam longsoran.
"Jadi, makanya perlu saya juga arahkan bisa langsung kerja cepat, sehingga jalan yang bersisa 80 meter (dari longsoran) itu bisa bener-bener kita selamatkan," demikian Dody Hanggodo.
Baca juga: Mentri PU minta sungai di bawah Jembatan Way Bungur dinormalisasi


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5083341/original/002067900_1736245668-VideoCapture_20250107-171047.jpg)

