JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dipercepat. Sehari lima tiang monorel harus dipotong.
“Kalau dulu hanya satu tiang satu hari, saya minta enggak, kalau perlu 4-5 tiang sehari dan sekarang sudah dilakukan,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Menurut Pramono, saat ini pembongkaran tiang monorel sudah masuk pada bagian tiang yang memiliki struktur beton.
Baca juga: Pramono Sebut Pemotongan Tiang Beton Monorel Butuh Waktu Lebih Lama
Pekerjaan pemotongan beton membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan tiang besi.
“Untuk beton ini pasti memerlukan waktu yang lebih lama. Tapi yang tiang-tiang saja hampir semuanya sudah terpotong,” kata dia.
Setelah seluruh tiang monorel dibongkar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan penataan kawasan di sepanjang jalur tersebut.
Pramono juga meluruskan informasi yang beredar terkait anggaran pembongkaran tiang monorel yang disebut-sebut mencapai Rp 100 miliar.
Ia menegaskan, angka tersebut bukan hanya untuk pembongkaran tiang.
“Sekali lagi saya ingin meluruskan karena sekarang ini masih ada yang menganggap bahwa pemotongan tiang itu 100 miliar rupiah. Padahal enggak, Rp100 miliar itu secara keseluruhan buat selokan, buat jalan, taman, pedestrian, dan sebagainya,” kata dia.
Baca juga: Tiga Tiang Monorel di Jalan HR Rasuna Said Dibongkar, Trotoar Mulai Ditata
Sebelumnya, Pramono sempat menyaksikan langsung pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Dalam peninjauan kala itu, Pramono didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, serta pejabat dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ada 109 tiang monorel yang dipangkas dimulai dari Halte Setiabudi hingga kawasan Grand Melia.
Pembongkaran tiang monorel dilakukan malam hari, mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB, agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang