Penulis: Salmon
TVRINews, Kendari
Bulog Sultra pastikan distribusi rutin Minyakita dan gula pasir ke pasar tradisional tetap terjaga guna menekan inflasi.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) mengonfirmasi bahwa ketersediaan komoditas pangan strategis, khususnya minyak goreng kemasan rakyat (Minyakita) dan gula pasir, berada dalam kondisi aman di seluruh wilayah provinsi.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi intervensi pasar untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus meredam fluktuasi harga di tingkat pedagang eceran. Secara berkala, Bulog terus menyalurkan komoditas tersebut ke pasar-pasar rakyat dan mitra distribusi resmi di berbagai kabupaten dan kota.
Penguatan Stok Melalui Kuota RutinKepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tenggara, Benhur Ngkaimi, menyatakan bahwa serapan Minyakita dan gula di pasar tradisional telah berjalan optimal.
Menurutnya, distribusi dilakukan secara sistematis demi menjamin akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
"Saat ini seluruh pasar rakyat yang tersebar di Sulawesi Tenggara telah menyerap Minyakita dan gula. Distribusi dilakukan secara rutin guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil," ujar Benhur dalam keterangan resminya Jumat 6 Februari 2026.
Ia merinci bahwa Bulog Sultra menerima alokasi kuota Minyakita sebesar 200 ton setiap bulan.
Pasokan ini disalurkan secara bertahap untuk memenuhi konsumsi domestik di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Kepastian Pasokan Gula PasirSelain fokus pada minyak goreng, komoditas gula pasir juga menjadi perhatian utama.
Saat ini, sebanyak 200 ton gula pasir tambahan tengah dalam proses pengiriman menuju Sultra.
Penambahan stok ini diproyeksikan segera masuk ke kanal distribusi pasar untuk memperkuat cadangan yang ada.
Upaya penguatan peran Bulog ini sejalan dengan mandat Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2025.
Regulasi yang mulai berlaku efektif pada Januari 2026 tersebut memberikan wewenang lebih luas kepada Bulog dalam mengelola distribusi pangan strategis guna mencegah gejolak harga di pasar.
Dengan ketersediaan stok yang mencukupi, pemerintah optimistis stabilitas pangan di Sulawesi Tenggara akan tetap kondusif, memberikan rasa aman bagi konsumen, serta menekan potensi spekulasi harga di tingkat pasar.
Editor: Redaksi TVRINews

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F07%2F20%2F2fec707edc84cf7db23b9c90f7493180-FAK_6391.jpg)



