PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan kinerja bisnis emas termasuk segmen bullion yang positif sepanjang 2025.
Direktur Penjualan dan Distribusi BSI, Anton Sukarna, menyampaikan pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan jumlah nasabah maupun volume bisnis emas yang dikelola perusahaan.
Anton mencatat, jumlah nasabah terkait produk emas di luar bullion, seperti cicil emas dan gadai emas, telah mencapai sekitar 640 ribu nasabah. Sementara untuk segmen bullion murni yang mencakup produk penitipan serta jual beli emas, jumlah nasabah tercatat sekitar 530 ribu.
“Jadi kalau kita jumlahkan nasabah kita di dua segmen itu saja untuk emas, kita punya sekitar 1 juta nasabah lebih. Nah, mudah-mudahan tahun ini kita akan meningkat lebih tinggi lagi, bisa sampai ke 2 juta atau mungkin lebih dari itu,” kata Anton dalam konferensi pers yang dilaksanakan secara daring, Jumat (6/2).
Dari sisi kinerja bisnis, Anton menyebut produk cicil emas dan gadai emas non-bullion mencatatkan pertumbuhan sebesar 78,60 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Nilai volume bisnis emas tersebut mencapai Rp 22,90 triliun, yang terdiri dari cicil emas sebesar Rp 12,89 triliun dan gadai emas sebesar Rp 10,02 triliun sepanjang 2025.
“Jadi kalau kita lihat cicil emasnya naik sampai 101,23 persen year on year, kenaikan yang luar biasa. Kemudian gadai emasnya juga turut tumbuh dengan tinggi yaitu di angka 56,05 persen,” lanjut Anton.
Adapun untuk bisnis bullion, BSI mencatatkan penjualan emas sebesar 2,2 ton pada 2025.
“Ini pertumbuhan yang luar biasa dan InsyaAllah kami akan terus mensosialisasikan terkait investasi emas ini agar masyarakat semakin paham terkait model investasi emas,” tutur Anton.
Anton melanjutkan, perusahaan menargetkan produk simpanan emas mulai diluncurkan pada Februari tahun ini setelah menyelesaikan tahapan persiapan akhir, termasuk pencatatan dan pelaporan yang melibatkan pihak ketiga.
“Nah, mudah-mudahan kalau misalnya nanti hasil laporan kajian kita cukup visible, benar-benar risiko yang bisa kita manage dengan baik, market yang sudah bisa kita create, insyaallah kita akan segera ajukan izin untuk pembiayaan emas,” sebut Anton.
Selain itu, Anton juga mengungkapkan adanya permintaan pasar terhadap transaksi turunan dari produk bullion BSI yang sudah ada. Sejumlah produk turunan yang tengah diajukan perizinannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) antara lain gadai emas dan cicil emas berbasis tabungan emas untuk segmen ritel.
Untuk segmen wholesale, Anton juga menyatakan BSI berencana memperluas kegiatan direct sales terkait izin jual beli emas, serta mengembangkan produk tabungan emas wholesale guna memenuhi kebutuhan nasabah korporasi.
“Insyaallah kita banyak hal yang kita sedang kerjakan terkait dengan bullion banking kita, dan mudah-mudahan di tahun 2026 ini banyak kita create produk baru yang bisa kita release ke market,” lanjutnya.




