Data Terbaru BPBD: Korban Luka Di Bantul Dampak Gempa Pacitan Menjadi 15 Orang

narasi.tv
2 jam lalu
Cover Berita

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul melaporkan bahwa jumlah korban luka akibat gempa bumi dengan magnitudo 6.4 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat, 6 Februari, bertambah menjadi 15 orang. Gempa tersebut terjadi pada pukul 01:06 WIB dan berlokasi 89 km selatan Pacitan dengan kedalaman 10 km.

Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menyebutkan bahwa dari 15 korban tersebut yang terdata Pusdalops BPBD hingga pukul 09.30 WIB.

Korban yang luka sudah dirawat di beberapa rumah sakit, antara lain RSUD Panembahan Senopati, RS Saras Adyatma, RS Santa Elisabeth, RS PKU Muhammadiyah, dan RS Permata Husada. Selain itu, ada pula korban dari Kecamatan Piyungan yang menerima perawatan di RSUD Prambanan.

Pusdalops BPBD Bantul menjelaskan sebagian dari korban langsung diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan, namun ada juga yang harus menjalani rawat inap, karena butuh penanganan lebih lanjut oleh rumah sakit.

"Ada sebagian yang melakukan rawat jalan, ada korban yang karena patah tulang masih diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit," katanya.

Dampak Gempa Pacitan di Bantul

Berdasarkan laporan BPBD, gempa di Pacitan ini juga menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan di Bantul. Tercatat ada 13 titik yang mengalami kerusakan, meliputi delapan rumah titik, tempat ibadah dua titik, fasilitas pemerintah satu titik, fasilitas pendidikan dua titik dan fasilitas kesehatan satu titik.

Sebaran lokasi bangunan yang mengalami kerusakan tersebar di 10 kapanewaon (kecamatan), di antaranya Banguntapan satu titik, Bantul satu titik, Imogiri satu titik, Jetis tiga titik, Kasihan tiga titik, Pajangan satu titik, Pleret satu titik, Pundong satu titik, Sedayu satu titik, dan Srandakan satu titik.

Analisis Gempa oleh BMKG

Melalui analisis yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dinyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun demikian, ada perhatian terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BPBD dan BMKG berkoordinasi untuk menganalisis dan mendalami potensi gempa susulan yang mungkin terkait dengan aktivitas Sesar Opak.

Mujahid mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, dengan terus memantau berita terkini BMKG.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Juda Agung Resmi Jadi Wamenkeu Penggganti Thomas Djiwandono
• 23 jam laludisway.id
thumb
Kasus Cacahan Uang Rupiah di Bekasi, Polisi Pastikan Asli dan Milik Bank Indonesia
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
Karbon Biru Jadi Sorotan, Peluang Baru untuk Masa Depan Pesisir Indonesia
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Airlangga: Demutualisasi BEI Pakai 2 Tahap, IPO dan Private Placement
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ketemu Guru Ngaji yang Viral Mengajar Tanpa Memungut Biaya, Dedi Mulyadi Janjikan Pekerjaan Ini ke Ustaz Deni
• 45 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.