Grid.ID - Di tengah ujian yang tengah dihadapi Vadel, doa dan ketegaran keluarga menjadi kekuatan utama yang tak pernah putus. Sosok sang ibu disebut sebagai figur yang paling kuat sekaligus paling rapuh dalam menghadapi situasi ini. Doanya yang terus mengalir setiap hari menjadi penopang batin seluruh keluarga, meski kerap disertai air mata.
Hal tersebut diungkapkan oleh Martin Badjideh, yang menceritakan bagaimana sang mama menyalurkan kesedihan dan harapannya melalui doa-doa yang tak henti dipanjatkan. Bahkan dalam momen-momen sederhana di rumah, emosi itu kerap tak terbendung.
“Mama sih. Mama ya yang kenceng banget doanya. Yang selalu kalau kita lagi di rumah, atau kalau kita lagi di meja makan, suka dengerin dia nangis. Suka nyesek di hati gitu,” ujar Martin di Rutan Cipinang, Jakarta Timur pada Kamis (5/2/2026).
“Kadang kita samperin sama saya, ‘tenang Ma semuanya ada jalannya, enggak ada yang enggak mungkin’,” sambungnya. Kalimat-kalimat penguat itu menjadi cara keluarga untuk saling menjaga agar tidak terpuruk dalam kesedihan yang berkepanjangan.
Ujian ini terasa semakin berat karena harus dijalani menjelang bulan suci Ramadan. Momen yang seharusnya diisi dengan kebersamaan keluarga kini harus dilewati dengan jarak. Meski demikian, keluarga Vadel berusaha menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada dan penuh keikhlasan.
“Berat dirasa, cuman memang kita mesti jalanin. Mesti harus ada ikhlas di dalam diri,” kata Martin. Ia menegaskan bahwa keyakinan terhadap janji Tuhan menjadi pegangan utama keluarga dalam menghadapi situasi sulit ini.
“Karena kan di dalam kesulitan tuh bareng sama kemudahan kan, itu yang kita pegang,” lanjutnya. Prinsip tersebut menjadi pengingat bahwa setiap cobaan pasti memiliki hikmah dan jalan keluar, meskipun tidak selalu datang dengan cepat.
Dukungan terhadap Vadel juga terus diberikan oleh Bintang, yang menegaskan bahwa doa dan harapan akan kesehatan menjadi hal yang tak pernah terlepas. Ia berharap dirinya dan keluarga selalu diberi kekuatan agar tetap bisa mendampingi Vadel secara fisik dan batin.
“Selalu. Bismillah selalu. Semoga dikasih sehat sama Allah biar masih bisa support Vadel,” ujar Bintang penuh harap.
Dalam proses pendampingan, keluarga juga harus mengambil keputusan sulit terkait pertemuan Vadel dengan keponakannya. Meski sudah sempat dipertemukan, keluarga memilih untuk tidak terlalu sering membawa anak-anak tersebut saat besuk, demi menjaga kondisi mental Vadel.
“Udah. Udah sempat dipertemukan. Cuma saya juga enggak mau sering ya, karena dia paling drop kalau memang keponakan yang dateng itu dia paling enggak kuat, Vadel,” ungkap Martin. Menurutnya, kehadiran keponakan justru membuat Vadel semakin larut dalam rasa rindu dan kesedihan.
“Jadi ya mungkin dua kali ya,” tambahnya. Dampak emosional itu terlihat jelas setelah pertemuan tersebut. Pada kunjungan berikutnya, kondisi Vadel tampak menurun dibandingkan biasanya.
“Habis itu pada saat minggu depannya kita ketemu, kayak rada nge-down gitu dia,” tutur Martin. (*)
Artikel Asli


