FAJAR, BANDUNG — Layvin Kurzawa belum resmi mencatat menit pertamanya bersama Persib Bandung. Tapi atmosfer sudah terasa berbeda. Bukan sekadar debut, melainkan ujian langsung di panggung emosional.
Persib akan menjamu Malut United FC pada pekan ke-20 Super League 2025/2026, Jumat (6/2) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Laga ini sarat cerita lama. David da Silva, Ciro Alves, Tyronne del Pino, hingga Gustavo Franca—nama-nama yang pernah mengantar Persib berjaya—kini datang sebagai lawan.
Namun di balik sorotan eks Maung Bandung, ada ancaman lain yang tak kalah berbahaya: Sayuri bersaudara, motor serangan Laskar Kie Raha dari sisi sayap.
Jika benar diturunkan, Kurzawa akan langsung berhadapan dengan intensitas dan kecepatan tipikal pemain Indonesia timur—eksplosif, agresif, dan tanpa kompromi.
Ancaman Nyata di Sisi Lapangan
Malut United datang sebagai tim paling produktif sejauh ini. Total 38 gol telah mereka cetak. David da Silva menyumbang 9 gol, Ciro Alves 8 gol. Namun, ruang-ruang serangan mereka sering lahir dari lebar lapangan.
Sayuri bersaudara menjadi sumber energi. Pergerakan tanpa bola, akselerasi di sisi kanan-kiri, serta keberanian duel satu lawan satu kerap memecah konsentrasi lini belakang lawan.
Bojan Hodak menyadari betul potensi ledakan Malut United.
“Mereka adalah pemain yang bagus, musim lalu menjuarai liga. Secara penyerangan mereka sangat berbahaya. Kami harus menemukan cara menghentikannya,” kata pelatih asal Kroasia itu.
Dan di sinilah peran Kurzawa bisa menjadi kunci.
Debut yang Tak Mudah
Sebagai mantan pemain Paris Saint-Germain, reputasi Kurzawa mendahuluinya. Ia terbiasa menghadapi winger cepat di Ligue 1. Namun Super League punya karakter berbeda—tempo lebih liar, duel lebih keras, tekanan suporter lebih dekat terasa.
GBLA bukan tempat netral. Stadion itu hidup. Jika debutnya terjadi Jumat malam nanti, Kurzawa tak hanya menghadapi pemain, tapi juga ekspektasi puluhan ribu pasang mata.
“Kita akan lihat, situasinya mereka terlihat bagus dalam latihan dan hanya perlu waktu untuk beradaptasi. Mungkin mereka akan mendapat kesempatan,” ujar Hodak.
Persib memang relatif dalam kondisi siap tempur. Hanya Ramon Tanque yang masih cedera otot rusuk. Selebihnya, skuad utama dalam kondisi fit.
Namun mengawal sisi pertahanan bukan sekadar soal menahan bola silang. Kurzawa dituntut membantu transisi cepat, membaca overlap, dan memutus suplai ke David da Silva yang piawai mencari celah di kotak penalti.
Jika Sayuri bersaudara dibiarkan leluasa, duet DDS–Ciro akan mendapat suplai matang sepanjang laga.
Malut Datang Tanpa Takut
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menegaskan timnya tidak datang sekadar menjalani jadwal.
“Kami sudah dua hari di Bandung melakukan persiapan. Semua pemain sehat dan siap bertanding,” katanya.
Ia menyadari kedalaman skuad Persib, namun sudah menyiapkan strategi untuk meredam tuan rumah.
“Menghadapi Persib, seluruh pemain harus berlari sepanjang pertandingan,” tegasnya.
Artinya, duel akan berlangsung intens sejak menit awal. Sayuri bersaudara hampir pasti diminta menekan tinggi dan memaksa bek Persib bekerja ekstra.
Kurzawa: Ingin Merasa di Rumah
Di tengah tekanan itu, Kurzawa justru terlihat menikmati suasana baru.
“Saya merasa sangat-sangat senang, saya merasa seperti di rumah sekarang. Terima kasih kepada semua karena saya bisa merasa seperti di rumah,” ucapnya.
Pernyataan itu sederhana, tapi penting. Adaptasi mental sering lebih krusial dibanding fisik.
Namun Jumat malam nanti, rumah barunya akan menguji dirinya.
Debut mewah sering datang dengan panggung besar. Dan bagi Layvin Kurzawa, panggung itu bisa saja dimulai dengan satu tugas berat: mematikan Sayuri bersaudara, sebelum mereka membuka ruang bagi mantan-mantan Persib untuk melukai Bandung.
Karena di laga ini, satu kelengahan di sisi sayap bisa berarti satu gol di papan skor.




