Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas pemerataan layanan kesehatan rujukan di Indonesia, khususnya penanganan penyakit berat seperti kanker anak, kanker dewasa, hingga layanan cuci darah.
Dante menyebutkan, saat ini terdapat 514 rumah sakit di berbagai daerah yang dipersiapkan agar mampu menangani kasus-kasus penyakit berat, sehingga layanan kesehatan tidak lagi terpusat di Jakarta.
“Kita ingin ke depan kanker anak, kanker dewasa, tidak hanya ditangani di Jakarta, tetapi juga di rumah sakit-rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia,” ujar Dante dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta Barat, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menyatakan optimistis pemerataan layanan kesehatan tersebut dapat terus berjalan sesuai target. “Optimis, optimis,” katanya saat ditanya mengenai kesiapan sistem layanan kesehatan nasional.
Terkait persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat dinonaktifkan, Dante menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi akibat penyesuaian data oleh Kementerian Sosial. Namun, saat ini mekanisme reaktivasi telah dibuka kembali.
“Sekarang sudah diubah. Bagi masyarakat yang memang membutuhkan layanan seperti cuci darah, kepesertaan BPJS PBI bisa diaktifkan kembali dan tidak akan ditolak untuk mendapatkan layanan,” tegasnya.
Dante menegaskan bahwa rumah sakit tidak boleh menolak pasien, khususnya mereka yang membutuhkan layanan medis esensial seperti hemodialisis. Ia memastikan, peserta PBI yang telah melakukan reaktivasi kini sudah kembali mendapatkan pengobatan.
“Sudah mulai berjalan lagi pengobatannya. Bagi yang belum aktif, mereka bisa datang ke fasilitas kesehatan untuk melakukan aktivasi ulang, dan akan tetap dilayani,”jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang, Kementerian Kesehatan akan terus melakukan pembenahan dan pemutakhiran data kepesertaan PBI agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Kita ingin memastikan penerima PBI memang mereka yang berhak dan membutuhkan,”ungkapnya.
Selain itu, Dante juga memastikan kesiapan rumah sakit di Indonesia dalam menghadapi potensi ancaman virus Nipah. Menurutnya, sejauh ini virus tersebut tidak menimbulkan masalah serius dan dapat ditangani oleh fasilitas kesehatan.
“Virus Nipah tidak ada masalah, kasusnya tidak terlalu berat, dan rumah sakit sudah siap menanganinya,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews



