Aksi Kekerasan Debt Collector dan Praktik Jual Beli STNK Only Jadi Sorotan Serius Sektor Pembiayaan

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Maraknya praktik penagihan utang oleh debt collector yang berujung kekerasan, serta suburnya bisnis gelap jual beli kendaraan bermotor STNK only, menjadi alarm serius bagi industri pembiayaan nasional. 

Fenomena ini tak hanya merugikan konsumen, tetapi juga menggerus kepercayaan publik, meningkatkan risiko kredit macet, dan menguji efektivitas pengawasan otoritas.

BACA JUGA:Prabowo-Albanese Teken 'Perjanjian Jakarta 2026', Sepakati Traktat Keamanan hingga Investasi

BACA JUGA:Drakor Boyfriend on Demand Dibintangi Jisoo BLACKPINK Kapan Tayang? K-Drama Lovers Catat Tanggalnya

Isu tersebut mengemuka dalam InfobankTalksNews bertajuk Mengurai Akar Kekerasan Debt Collector & Bisnis Gelap STNK Only yang digelar Infobank Digital secara daring, Kamis, 5 Februari 2026. 

Acara ini menghadirkan pembicara Direktur Pengawasan Lembaga Pembiayaan dan Perusahaan Modal Ventura Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maman Firmansyah, Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), dan Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group.

Dalam kesempatan tersebut, Maman menegaskan, keberadaan debt collector merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas industri pembiayaan. 

“Tanpa kehadiran rekan-rekan penagihan (debt collector), maka kinerja perusahaan pembiayaan tidak akan setegak sekarang. Karena, angkanya cukup signifikan untuk gagal bayar (galbay),” ujar Maman.

BACA JUGA:Komisi IX DPR RI: Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan Mengancam Hak Kesehatan Warga

BACA JUGA:Ramalan Hard Gumay 2026, Pasangan Selebriti Sangat Terkenal Cerai karena Ketahuan Selingkuh dengan Selebgram

Namun demikian, OJK menekankan pentingnya pengaturan rinci dan pengawasan ketat agar aktivitas penagihan berjalan sesuai ketentuan hukum. 

Sepanjang 2025, OJK mencatat munculnya sejumlah fenomena yang menekan industri pembiayaan, termasuk maraknya “ormas galbay” hingga kasus penculikan pejabat perusahaan pembiayaan oleh oknum ormas.

“Alhamdulillah berujung baik dengan perjuangan rekan-rekan perusahaan pembiayaan dan juga asosiasi sehingga akhirnya ormasnya diperbaiki,” ujar Maman.

Selain itu, OJK juga menyoroti maraknya forum jual beli kendaraan bermotor STNK Only yang berdampak langsung terhadap industri pembiayaan.

“Permasalahan Forum STNK Only berdampak ke perusahaan pembiayaan, baik secara tidak langsung terhadap penegakan hukum, termasuk terhadap penurunan penjualan karena perusahaan pembiayaan menjadi lebih berhati-hati dalam underwriting,” jelasnya.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Polri Periksa 3 Petinggi PT DSI Tersangka Dugaan Penggelapan Dana Pekan Depan
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, KNAI: Rawan Politisasi Anggaran
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Penampakan Kepala Kantor Pajak Banjarmasin Mulyono Kenakan Rompi Tahanan KPK
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap
• 8 jam lalutheasianparent.com
thumb
THE WUR 2026, Cuma 1 Universitas di Indonesia Masuk Top Kampus 1.000 Dunia
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.