CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan proyek hilirisasi menyumbang 30 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang 2025.
Rosan yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menuturkan, angka tersebut meningkat 43,3 persen dari tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025 proyek hilirisasi ini menyumbang kurang lebih 30 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia dalam maupun luar negeri itu nilainya kurang lebih mencapai Rp 584,1 triliun,” kata Rosan dalam gelaran Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase-1 di Jakarta, Jumat (6/2).
Hilirisasi Jadi Proyek Prioritas PrabowoDia menyebut proyek hilirisasi memang selalu menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Rosan menuturkan pada retreat kabinet di Hambalang pada Januari lalu, Prabowo menekankan percepatan proyek-proyek hilirisasi, utamanya yang berdampak langsung bagi ekonomi dan masyarakat.
Rosan juga melihat saat ini proyek hilirisasi utamanya mineral terpusat di dua daerah yaitu Maluku, tepatnya Maluku Utara, dan Sulawesi.
“Dan itu kita harapkan penyebarannya menjadi lebih baik, kalau kita lihat tadi penyebarannya juga akan menjadi lebih meningkat ke depannya. Dengan konsistensi dan kolaborasi hilirisasi akan menjadi fondasi yang mewujudkan Indonesia makmur, adil dan sejahtera,” tutup Rosan.




