Pemerintah Kota Yogyakarta menggencarkan Gerakan Jogja Berhati Nyaman melalui kegiatan bersih-bersih sampah dan pembersihan rumput liar secara serentak di 14 kemantren setiap Jumat pagi. Kegiatan ini dilaksanakan berbasis gotong royong dan melibatkan berbagai unsur.
Gerakan Jogja Berhati Nyaman telah berjalan sebelum adanya arahan Presiden melalui program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa arahan Presiden terkait ASRI sejatinya menguatkan semangat gotong royong yang selama ini sudah dijalankan di Yogyakarta. Menurutnya, pembangunan kota dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama.
“Program ASRI yang disampaikan Presiden sejatinya menyemangati kita untuk kembali pada gotong royong. Gotong royong ini tidak high cost. Membangun kota itu harus dimulai dari hal-hal yang sederhana,” kata Hasto saat ditanyai Pandangan Jogja, Jumat (6/2).
Hasto menjelaskan, dua minggu sebelum imbauan Presiden disampaikan, Pemkot Yogyakarta telah lebih dulu melaksanakan kerja bakti rutin atau korvei. Kegiatan pembersihan awalnya dilakukan di 10 titik, kemudian diperluas menjadi 14 titik di seluruh kemantren.
“Setiap Jumat pagi kami melakukan kerja bakti di 14 titik tersebut. Ini kami lakukan rutin dan berkelanjutan, karena kalau berhenti, kondisi akan kembali seperti semula,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Yogyakarta mengerahkan 600 personel Satpol PP, di luar petugas yang bertugas malam, serta hampir seribu personel dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Selain itu, organisasi perangkat daerah, TNI, Polri, dan masyarakat turut dilibatkan.
Sasaran kegiatan tidak hanya sampah, tetapi juga penertiban rumput liar. Pemkot Yogyakarta juga akan menerbitkan surat edaran kepada masyarakat agar membersihkan area di depan rumah masing-masing secara rutin. Pelibatan sekolah dilakukan dengan meminta sekolah menjaga kebersihan lingkungan hingga radius 200 meter dari sekolah.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Dedi Budiono menegaskan, Gerakan Jogja Berhati Nyaman menyasar seluruh wilayah kota dan tidak difokuskan pada titik tertentu. Pemkot mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kalau ini menjadi gerakan bersama yang masif di seluruh kota, harapannya Jogja yang bersih dan nyaman bisa kita wujudkan,” kata Dedi.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Yogyakarta Rajwan Taufik mengatakan, kegiatan bersih-bersih dilaksanakan serentak di 14 kemantren dengan melibatkan seluruh OPD. Sampah hasil pembersihan dikumpulkan di titik-titik tertentu untuk kemudian diangkut ke unit pengelolaan sampah.
“Kegiatan ini memperkuat program yang sudah lama dilaksanakan Pemerintah Kota Yogyakarta dan kebetulan sejalan dengan kebijakan di tingkat pusat,” ujarnya.



