Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan perusahaan asal India, Essar Group tertarik untuk berinvestasi pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Dumai di Riau.
Baca Juga
- Menakar Peluang RDMP Dumai Memangkas Ketergantungan Impor BBM
- Pertamina Bakal Gandeng Swasta untuk Garap Kilang RDMP Dumai
- Pertamina Diminta Inovatif soal Skema Pembiayaan Kilang Minyak
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara Essar Group dengan PT Pertamina (Persero).
Loade mengatakan, penjajakan antara Essar Group dan Pertamina juga dipimpin oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Laode mengatakan, Essar Group tertarik untuk menanam modal untuk proyek kilang di Tanah Air, termasuk pengembangan RDMP Dumai.
"Jadi nanti akan ada follow up dari situ berkait dengan bagaimana mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri. Salah satunya Dumai," ucap Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dia mengatakan, saat ini proses investasi Essar Group masih dalam penjajakan awal. Adapun, prosesnya bakal dilakukan secara business to business (B2B) dengan Pertamina.
"Hasilnya nanti akan ada diskusi dulu sama Pertamina," kata Laode.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Pertamina segera menggarap proyek RDMP di Kilang Dumai, Riau. Perusahaan pelat merah itu pun tengah mencari mitra.
Rencana tersebut diungkapkan Bahlil usai Pertamina merampungkan pembangunan RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026). Dia mengaku telah menggelar rapat dengan direksi Pertamina.
Menurutnya, dari rapat tersebut diputuskan bahwa Pertamina segera bermitra dengan swasta untuk segera membangun RDMP Dumai.
“Semalam saya rapat sama teman-teman Pertamina sampai jam 2 malam, jam 2 subuh. Saking fokusnya kami. Kita memang selain di sini [Balikpapan], kita akan mengembangkan untuk storage dan kapasitas-kapasitas RDMP lain seperti di Dumai,” kata Bahlil di sela-sela acara peresmian RDMP Balikpapan.
Bahlil menilai kerja sama Pertamina dengan swasta bakal saling menguntungkan. Hal ini bertujuan demi memperkokoh ketahanan energi nasional.
“Tujuannya apa? Pertamina dapat untung, negara punya ketahanan energi ada, swasta juga bisa mendapat kerja sama yang baik, yang saling menguntungkan,” kata Bahlil.




