JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyatakan, pihaknya mengkoordinasikan intervensi primer, sekunder, dan tersier untuk mencegah terulangnya kasus siswa sekolah dasar (SD) diduga bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kami berkoordinasi terutama dengan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Ngada dan Pemprov (Pemerintah Provinsi) NTT untuk intervensi primer agar tidak terjadi keberulangan kasus," ujar Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu di Jakarta, Jumat (6/2/2026), via Antara.
Ia mengatakan, pihaknya juga akan mendorong intervensi yang bersifat sekunder, terutama meningkatkan intervensi dini agar lingkungan tempat terjadinya peristiwa menjadi lebih sensitif.
"Sehingga tidak terjadi keberulangan, terutama sekolah, lingkungan keluarga, tempat di mana peristiwa ini terjadi," katanya.
Sementara itu, ia mengungkap intervensi tersier akan berupa penanganan hingga manajemen kasus dilakukan secara tuntas dan mengembalikan lagi fungsi keluarga.
Baca Juga: Soal Siswa di NTT Diduga Bunuh Diri, Istana Sebut Jadi Atensi Presiden Prabowo
Siswa SD Diduga Bunuh Diri di Ngada, NTTSeorang siswa sekolah dasar (SD) berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT, diduga mengakhiri hidupnya sendiri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Elisius Kletus Watunggadha menjelaskan kronologi korban ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026).
Elisius menuturkan, pada saat hari kejadian, korban dilaporkan tidak sekolah. Informasi tersebut diperoleh Elisius dari Kepala Sekolah korban bernama Maria Ngene.
Kemudian, lanjut Elisius, sekitar pukul 12.00 Wita, pihak sekolah menerima informasi anak tersebut ditemukan meninggal di depan gubuk nenek atau omanya.
"Pada saat kejadian, oma siswa tersebut tidak berada di tempat. Dari Informasi warga sekitar mengatakan bahwa pada hari Rabu, 28 Januari 2026, siswa tersebut ke rumah ibunya dan menginap di sana, sehingga omanya menginap di tetangga," kata Elisius dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTV pada Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan informasi dari ibu kandung dan nenek korban, Elisius menyebut siswa SD itu menginap di rumah ibunya pada Rabu (28/1/2026), lalu pada keesokan harinya atau Kamis (29/1) pagi korban menuju gubuk neneknya di kebun.
"Sebelum ke sana, sang anak sempat mengeluh kepalanya sakit," ucap Elisius.
Setibanya di gubuk, korban tidak menemukan neneknya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV, Antara
- siswa bunuh diri
- siswa sd bunuh diri
- anak bunuh diri
- ngada
- ntt
- kementerian pppa



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F02%2F98764d32cbe6e887d307c761ad87aa80-1002009713.jpg)
