Ini Bukan Kebetulan: Mengapa NPC Mendadak “Membelot” dari Xi Jinping

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita


EtIndonesia.  Awalnya, banyak pihak menilai kasus yang menimpa Zhang Youxia hanyalah satu lagi badai politik internal yang pada akhirnya akan mereda di bawah kendali kuat Partai Komunis Tiongkok (PKT). Namun menjelang periode yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai masa kekacauan “Kuda Merah dan Kambing Merah”, realitas justru bergerak ke arah sebaliknya. Arus bawah politik elite PKT tidak hanya bergolak, tetapi menunjukkan tanda-tanda perlawanan serius.

Politik internal PKT yang selama ini tampak solid bak “satu bongkahan besi” mendadak menampilkan drama langka: upaya “menyelamatkan orang dari ujung pedang”. Xi Jinping secara tiba-tiba mendorong digelarnya sidang darurat Kongres Rakyat Nasional (NPC), namun langkah ini justru berujung pada kebuntuan politik yang tak terduga. Nasib Zhang Youxia, yang sebelumnya diyakini telah ditentukan, kini menunjukkan pembalikan arah yang mencolok.

Sidang Darurat yang Tak Lazim

Pada 4 Februari 2026, Beijing menjadi pusat perhatian dunia. Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, lembaga legislatif tertinggi Tiongkok, secara mendadak menggelar sidang darurat di bawah pimpinan Zhao Leji. Keputusan ini mengejutkan banyak pengamat, karena secara konvensi Komite Tetap NPC hanya bersidang sekali setiap dua bulan. Sidang rutin berikutnya sejatinya baru dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari.

Bagi siapa pun yang memahami mekanisme kekuasaan PKT, percepatan sidang semacam ini hampir selalu berkaitan dengan agenda politik tingkat tinggi dan mendesak.

Target Sesungguhnya: Dua Tokoh Militer Puncak

Tujuan utama sidang darurat tersebut pada dasarnya hanya satu: menyelesaikan prosedur hukum terakhir untuk mencabut kekebalan hukum dua petinggi militer—Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat,  Liu Zhenli.

Dalam sistem PKT, anggota Kongres Rakyat Nasional memiliki kekebalan hukum selama masa jabatannya. Penangkapan, penahanan, atau penuntutan terhadap seorang anggota NPC hanya dapat dilakukan setelah Komite Tetap NPC secara resmi mencabut status keanggotaannya. Hingga awal Februari, baik Zhang maupun Liu masih tercatat sebagai anggota aktif NPC—sebuah rintangan hukum yang tidak dapat diabaikan, bahkan oleh Xi Jinping.

Banyak pihak semula menganggap pencabutan status ini hanyalah formalitas. Selama puluhan tahun, NPC kerap dipersepsikan sebagai “stempel karet”: partai memerintahkan, NPC mengesahkan;  partai menentukan waktu, NPC mengikuti.

Namun kali ini, asumsi tersebut runtuh.

Pengumuman Mengejutkan: “Hiu Besar” Lolos, “Udang Kecil” Tertangkap

Ketika pengumuman resmi sidang darurat akhirnya dirilis, reaksi dunia luar berubah dari antisipasi menjadi keterkejutan. Komite Tetap NPC memang mengumumkan pencabutan status keanggotaan terhadap beberapa individu, tetapi nama yang muncul justru Zhou Xinmin, Luo Qi, dan Liu Cangli—tiga figur yang relatif tidak dikenal, masing-masing berasal dari Shanghai, Shandong, dan Sichuan.

Nama Zhang Youxia dan Liu Zhenli sama sekali tidak tercantum.

Situasi ini ibarat semua orang menunggu dua “hiu besar” diseret ke permukaan, namun yang tertangkap justru tiga “udang kecil”. Artinya jelas: dua jenderal kunci tersebut masih mempertahankan status mereka sebagai anggota NPC, lengkap dengan perlindungan hukum yang melekat.

Sinyal Politik Tingkat Tinggi

Makna politik dari peristiwa ini sangat besar. Ini bukan lagi soal prosedur administratif, melainkan sinyal nyata adanya hambatan serius di tingkat elite PKT.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Tiongkok telah mengumumkan penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Lebih dari sepuluh hari berlalu sejak pengumuman itu, dan secara de facto keduanya diyakini telah berada di bawah pengawasan ketat. Namun, di titik krusial legalisasi melalui NPC, proses justru terhenti.

Dalam lebih dari satu dekade kekuasaan Xi Jinping—bahkan dalam sejarah panjang PKT—situasi semacam ini hampir tak pernah terjadi.

Dua Kemungkinan Besar di Balik Kebuntuan

Para pengamat kini menyoroti dua skenario utama.

Pertama, perubahan sikap Zhao Leji. Sebagai pejabat nomor tiga dalam hierarki kekuasaan PKT dan Ketua NPC, Zhao justru tidak menjalankan langkah prosedural yang dianggap “wajib” untuk membuka jalan bagi tindakan terhadap dua jenderal tersebut. Jika ini disengaja, maka bisa jadi Zhao sedang memainkan peran politik independen, menciptakan versi legislatif dari drama “menyelamatkan orang dari ujung pedang”.

Kedua, adanya tekanan besar dari dalam tubuh militer. Sejak penyelidikan diumumkan, institusi militer Tiongkok justru menunjukkan keheningan yang tidak biasa. Di luar pemberitaan sepihak media militer resmi, seluruh komando teater dan matra tampak memilih diam total. Keheningan semacam ini—sunyi yang nyaris mematikan—sering kali menjadi indikator resistensi yang lebih berbahaya dibanding perlawanan terbuka.

Xi Jinping dalam Posisi Canggung

Karena NPC tidak mencabut status keanggotaan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, maka secara hukum internal PKT, setiap bentuk pembatasan kebebasan pribadi terhadap mereka kini berada dalam wilayah abu-abu legalitas. Ini menciptakan situasi yang sangat memalukan bagi kepemimpinan pusat.

Xi Jinping sejatinya ingin menggunakan sidang darurat ini untuk memberi lapisan legal pada pembersihan politik yang tengah berlangsung. Namun hasil akhirnya justru sebaliknya: bukan hanya gagal “memakaikan baju hukum”, langkah tersebut malah memperlihatkan keterbatasan kekuasaannya di depan publik elite.

Akhir atau Awal Babak Baru?

Apakah ini berarti Zhang Youxia dan Liu Zhenli kini benar-benar aman? Sejumlah analis menilai jawabannya belum tentu.

Dalam sejarah politik PKT yang keras dan tanpa ampun, tersendatnya prosedur hukum bisa menjadi tanda awal pembalikan keadaan. Namun, hal itu juga bisa menandai dimulainya babak baru pertarungan politik yang jauh lebih brutal—versi 2.0, dengan konsekuensi yang mungkin lebih dalam dan lebih berbahaya bagi stabilitas internal Tiongkok.

Satu hal yang pasti: peristiwa 4 Februari 2026 telah membuka retakan yang sulit disembunyikan di jantung kekuasaan PKT.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Usung Produk Lengkap di IIMS 2026, Nih Dia Jagoan AHM!
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Polisi: Pandji Pragiwaksono Warga Negara yang Patuh Hukum
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
HUT Ke-18 Gerindra, Sugiono Minta Kader Kompak Bela Kaum Lemah
• 14 jam laludetik.com
thumb
Gempa Pacitan, 14 Perjalanan Kereta Api Daop 6 Yogyakarta Sempat Berhenti
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Akan Dikenakan Tarif Anti-Dumping, Bagaimana Potensi Ekspor Kaca RI ke Vietnam?
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.