Menteri Purbaya Minta Revisi Cukai Bioetanol Kelar 1 Minggu, Bisa Hemat Impor Miliaran Dolar

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Pertamax Green (E5).   Pemerintah sederhanakan izin dan pembebasan cukai bioetanol. Pertamina klaim impor bensin turun 5 persen setara US$1,6 miliar. (Sumber: Dok. Pertamina)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan revisi aturan pembebasan cukai bioetanol rampung dalam waktu satu minggu.

Tujuannya agar program campuran bensin–etanol (E5) Pertamina bisa segera berjalan masif.

Kebijakan ini diklaim berpotensi memangkas impor bensin hingga 5 persen atau setara US$1,6 miliar per tahun.

Instruksi percepatan itu disampaikan Purbaya dalam rapat Satgas Debottlenecking bersama Pertamina, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, dan BPS.

Baca Juga: BPJS Kesehatan PBI Nonaktif, Ini Kisah Pasien Gagal Ginjal Kehilangan Akses Cuci Darah | SAPA SIANG

“Semua diselesaikan paling lambat seminggu dari sekarang dan Anda bisa mulai melakukan kegiatan,” kata Purbaya dalam rapat di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2).

Dalam rapat itu diputuskan pemerintah akan menuntaskan tiga payung aturan, yakni penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) oleh Kementerian ESDM; revisi PMK 82/2024 terkait pembebasan cukai; serta penyesuaian Peraturan Dirjen Bea Cukai Nomor 13/2024.

Pihak Pertamina menyebut program bioetanol E5 mampu mengurangi ketergantungan impor bensin nasional yang saat ini mencapai 20 juta kiloliter per tahun.

Baca Juga: Purbaya Sebut MBG Sumbang Pertumbuhan Ekonomi, Sektor Pangan dan Peternakan Menguat

Wakil Direktur Utama PT Pertamina, Oki Muraza mengatakan, campuran 5 persen etanol bisa langsung menggantikan sebagian bensin impor.

Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • purbaya yudhi sadewa
  • aturan cukai bioetanol
  • pertamax green e5
  • pertamina
  • impor bbm
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Adies Kadir Jadi Hakim Baru MK, Pakar Harap Putusan Bebas Kepentingan Politik
• 18 jam laludetik.com
thumb
Jusuf Kalla: Board of Peace Harus Berujung pada Pengakuan Palestina
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pramono Targetkan Inflasi Jakarta 2026 Jinakkan Angka Nasional
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Bantuan Pangan hingga Trauma Healing untuk Warga Aceh Tamiang
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.