Wajah Baru Kejari Luwu, Ini Tiga Kepala Seksi yang Sudah Dilantik

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BELOPA– Mutasi pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Luwu kembali bergerak. Kursi tiga kepala seksi di Kejari Luwu berganti.

Pejabat Kasi Intel yang  lama, Andi Ardiaman promosi jadi Kasi Intel Kejari Gowa. Jabatan Kasi Intel  diisi mantan Kasi Pidana Khusus Kejari Barru, Prasetyo Purbo Wahyono.

Kemudian jabatan Kasi Perdata dan  Tata Usaha Negara Kejari Luwu diisi Dinasto Cahyo Oetomo yang sebelumnya menjabat Sub Seksi Penyidikan dan Pengendalian Operasi  Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejari Boyolali.

Kemudian, mengangkat Saka Adriansyah sebagai pemulihan asset dan pengelolaN barang bukti Kejari Luwu yang sebelumnya menjabat kepala sub seksi penuntutan upaya hukum luar biasa pada Kasi Pidana Khusus Kejari Bayuwangi.

Kepala Kejari Luwu, Muhandas Ulimen SH MH meminta kepada tiga pejabat yang baru mengemban amanah ini untuk segera menyesuaikan diri di lingkungan kerjanya.

“Acara pelantikan serta serah terima jabatan kasi intelejen, kasi perdata, dan kasi pemulihan aset serta  barang bukti dan barang rampasan  merupakan hal biasa,”kata Muhandas.

Menurutnya, semua ini dilakukan untuk penyegaran organisasi. Selamat bergabung di korps Kejari Luwu. Dia berharap agar tiga pejabat baru ini dapat melaksanakan tugas dengan baik. Sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada Andi Ardiaman yang kini promosi sebagai kasi Intel Kejari Gowa.

Kasi Intel Kejari Luwu yang baru, Prasetyo Purbo Wahyono mengatakan akan melanjutkan  yang sudah baik. “Kita tingkatkan yang baik, yang kurang diperbaiki. Sebagai seksi intelejen, kita sporting bidang  lain,”kata Prasetyo.

Dia juga akan memprioritaskan kasus di Luwu yang menarik penyidikannya. Dia mendengar Luwu ini sementara menangani perkara yang menarik. Tidak kalah menarik soal pembentukan Luwu Tengah dan Tana Luwu.

Salah satu itemnya adalah ada di Lamasi  dan Walenrang. Sebab, keberadaannya di wilayah yurisdiksi Kejaksaan Negeri  Luwu. Meski tempatnya terpisah dari Luwu.

“Kita butuh masukan untuk mengawal. Mungkin ada teman yang sudah berjuang untuk Luwu Tengah dan Tana Luwu. Siapa tau bisa kita fasilitasi sebagai instansi,”katanya.

Dia tidak ingin ada aspirasi menuntut provinsi Tana Luwu dan Luwu Tengah, tapi mengorbankan orang. Sebab, alami kemacetan. Pihaknya akan mencari jalan keluarnya.

Terkait arahan presiden, pihaknya akan mempelajari. Sebab, sebelumnya fokus kasus korupsi saja. (shd)    


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Karya Lukisan Tiup Anak Disabilitas di Bali Tarik Minat Warga Negara Asing
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 3.000 Meter di Atas Puncak
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Tata Ulang Konsesi PT Toba Pulp Lestari untuk Masyarakat Adat dan Pemulihan Ekologi
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Mengulas Ketimpangan PSIM vs Persis Jelang Derby Mataram: Dihantui Performa Kontras, Laskar Sambernyawa Punya Kekuatan Baru
• 15 jam lalubola.com
thumb
Siswa SD Islam Athirah Racing Centre Selesaikan Sima’an Kubro 10 Juz Sekali Duduk
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.