FAJAR, BELOPA– Mutasi pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Luwu kembali bergerak. Kursi tiga kepala seksi di Kejari Luwu berganti.
Pejabat Kasi Intel yang lama, Andi Ardiaman promosi jadi Kasi Intel Kejari Gowa. Jabatan Kasi Intel diisi mantan Kasi Pidana Khusus Kejari Barru, Prasetyo Purbo Wahyono.
Kemudian jabatan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Luwu diisi Dinasto Cahyo Oetomo yang sebelumnya menjabat Sub Seksi Penyidikan dan Pengendalian Operasi Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejari Boyolali.
Kemudian, mengangkat Saka Adriansyah sebagai pemulihan asset dan pengelolaN barang bukti Kejari Luwu yang sebelumnya menjabat kepala sub seksi penuntutan upaya hukum luar biasa pada Kasi Pidana Khusus Kejari Bayuwangi.
Kepala Kejari Luwu, Muhandas Ulimen SH MH meminta kepada tiga pejabat yang baru mengemban amanah ini untuk segera menyesuaikan diri di lingkungan kerjanya.
“Acara pelantikan serta serah terima jabatan kasi intelejen, kasi perdata, dan kasi pemulihan aset serta barang bukti dan barang rampasan merupakan hal biasa,”kata Muhandas.
Menurutnya, semua ini dilakukan untuk penyegaran organisasi. Selamat bergabung di korps Kejari Luwu. Dia berharap agar tiga pejabat baru ini dapat melaksanakan tugas dengan baik. Sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada Andi Ardiaman yang kini promosi sebagai kasi Intel Kejari Gowa.
Kasi Intel Kejari Luwu yang baru, Prasetyo Purbo Wahyono mengatakan akan melanjutkan yang sudah baik. “Kita tingkatkan yang baik, yang kurang diperbaiki. Sebagai seksi intelejen, kita sporting bidang lain,”kata Prasetyo.
Dia juga akan memprioritaskan kasus di Luwu yang menarik penyidikannya. Dia mendengar Luwu ini sementara menangani perkara yang menarik. Tidak kalah menarik soal pembentukan Luwu Tengah dan Tana Luwu.
Salah satu itemnya adalah ada di Lamasi dan Walenrang. Sebab, keberadaannya di wilayah yurisdiksi Kejaksaan Negeri Luwu. Meski tempatnya terpisah dari Luwu.
“Kita butuh masukan untuk mengawal. Mungkin ada teman yang sudah berjuang untuk Luwu Tengah dan Tana Luwu. Siapa tau bisa kita fasilitasi sebagai instansi,”katanya.
Dia tidak ingin ada aspirasi menuntut provinsi Tana Luwu dan Luwu Tengah, tapi mengorbankan orang. Sebab, alami kemacetan. Pihaknya akan mencari jalan keluarnya.
Terkait arahan presiden, pihaknya akan mempelajari. Sebab, sebelumnya fokus kasus korupsi saja. (shd)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F11%2F25%2F82382fcd-6a6c-47f0-a376-312f3a65bf93.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5406822/original/077580300_1762607243-Persis_Vs_PSIM.jpg)
