Penulis: Rini
TVRINews, Banjarmasin
Meski belum ditemukan kasus infeksi virus Nipah di Kalimantan Selatan, pengawasan untuk mengantisipasi masuknya penyakit zoonosis tersebut terus dilakukan secara intensif. Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin kini memperketat pengawasan di pintu masuk kedatangan internasional Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin, Muhammad Rasyid Ridha, mengatakan pemantauan atau screening dilakukan menggunakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang penerbangan internasional secara real-time. Selain itu, seluruh penumpang juga diwajibkan mengisi aplikasi All Indonesia atau Satu Sehat Health Pass sebagai bagian dari protokol kesehatan.
“Balai Kekarantinaan Kesehatan menyiagakan thermal scanner di Bandara Syamsudin Noor untuk mendeteksi penumpang internasional bersuhu tubuh di atas 38 derajat Celsius guna pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Rasyid saat ditemui pada Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menambahkan, apabila ditemukan penumpang dengan suhu tubuh di atas ambang batas 38 derajat Celsius, petugas akan langsung melakukan pemeriksaan lanjutan. Langkah ini dijalankan sesuai dengan prosedur tetap penanggulangan serta protokol antisipasi dini yang telah ditetapkan pemerintah.
Hingga saat ini, pintu masuk udara di Kalimantan Selatan masih dalam status waspada dan terkendali. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang namun tetap melaporkan kondisi kesehatan jika mengalami gejala yang tidak biasa setelah melakukan perjalanan luar negeri.
Editor: Redaksi TVRINews




