Mendagri: Presiden Prabowo Fokus Pemulihan Hunian Warga Terdampak Bencana

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Mendagri atau Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan mobilisasi nasional demi memastikan proses  renovasi  serta pembangunan kembali rumah warga terdampak bencana menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan, khususnya di Sumatera.

"Nah, menghadapi situasi ini, Bapak Presiden sudah melakukan mobilisasi nasional. Semua kekuatan, TNI Polri, BNPB, Badan SAR, semua kementerian diperintahkan untuk bergerak menuju daerah-daerah bencana," kata Tito, melansir Antara, Jumat (06/02/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Prabowo Rayakan HUT Ke-18 Gerindra Sederhana di Kertanegara, Ini Alasannya

Menurutnya, presiden terus memberikan perhatian tidak hanya pada penanganan yang darurat saja, tetapi juga menyasar pemulihan kehidupan warga, khususnya terkait hunian. Kehadiran pemerintah pusat juga, kata dia, turut memastikan negara hadir untuk membantu para korban.

"Jadi Bapak Presiden tidak tinggal diam. Beliau juga memperhatikan untuk membantu para korban," ucap Tito.

Dalam proses pemulihan, pemerintah menyiapkan dukungan untuk  renovasi rumah warga sesuai dengan tingkat masing-masing kerusakannya. Bantuan tersebut meliputi rumah rusak ringan, sedang, maupun berat atau hilang.

"Bantuan senilai Rp 15 juta dialokasikan untuk rumah dengan kategori ringan, Rp 30 juta untuk kategori sedang, dan Rp 60 juta untuk kategori rusak berat bahkan hilang," ucap Tito.

Bagi rumah yang rusak berat bahkan tidak dapat dihuni kembali, pemerintah juga telah menyiapkan hunian tetap sebagai solusi jangka panjang.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan hunian sementara dan dana tunggu hunian bagi warga yang masih menunggu pembangunan rumah tetap atau memilih tinggal sementara di rumah keluarga maupun kontrakan.

"Maka pemerintah menyiapkan dua opsi. Opsi pertama adalah dibangunkan hunian sementara. Inilah namanya mereka diberikan anggaran uang, namanya dana tunggu hunian, DTH, Rp 600 ribu kali 3 bulan sekaligus Rp 1,8 (juta)," kata Tito.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Novita Hardini: Harga Gas Mahal Bisa Hancurkan Industri Manufaktur Nasional
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Pesulap Merah Poligami dengan Ratu Rizky Nabila Sejak 2022, Katanya Menyelamatkan
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Menkes Pastikan Pasien Sakit Kronis Tetap Dilayani Meski BPJS PBI Bermasalah | KOMPAS SIANG
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
[FULL] Teriakan Sufmi Dasco Sampaikan Pidato di Perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Mewaspadai Risiko Pemangkasan RKAB Batu Bara Bagi Indonesia
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.