PT Indospring Tbk (INDS) menargetkan ekspansi ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah pada tahun ini untuk memperluas pasar dan memperkuat pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Strategi tersebut dilakukan karena karakteristik kendaraan komersial di kawasan tersebut dinilai serupa dengan pasar Indonesia.
Direktur PT Indospring Tbk Bob Budiono mengatakan dominasi truk merek Jepang di Timur Tengah membuka peluang bagi produk Perseroan.
“Kami melihat pasar Timur Tengah memiliki karakteristik yang serupa dengan Indonesia, khususnya pada dominasi truk merek Jepang yang memiliki spesifikasi dan model identik. Oleh karena itu, strategi Perseroan tahun ini akan berfokus pada ekspansi ekspor ke wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah guna memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ujarnya, dalamn keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Harga Naik Tak Wajar! Saham APLN, LIVE dan INDS Masuk Pengawasan
Saat ini pendapatan Indospring ditopang tiga segmen utama, yaitu pasar original equipment manufacturer (OEM) domestik, pasar aftermarket atau replacement spare part, serta ekspor. Diversifikasi tersebut menjadi penopang stabilitas usaha.
Di pasar domestik, Perseroan memfokuskan lini produk fastener (U-bolt) untuk pasar aftermarket. Indospring juga membuka peluang investasi tambahan guna memproduksi fastener non-otomotif sebagai bagian pengembangan bisnis.
“Strategi ini sejalan dengan target Perseroan untuk menembus jajaran tiga besar di pasar domestik, sekaligus menjadikannya motor pertumbuhan utama di masa mendatang,” jelas Bob.
Baca Juga: Suspensi Dicabut, Saham Indospring (INDS) Lanjut Ngebut
Kinerja perusahaan menunjukkan tren peningkatan, hingga kuartal III-2025 Indospring membukukan penjualan neto Rp2,46 triliun.
Prospek industri otomotif domestik turut menopang ekspansi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 850.000 unit atau naik sekitar 5,4% dibandingkan realisasi 2025 sebanyak 803.687 unit.
Perseroan menilai pertumbuhan pasar suku cadang kendaraan bermotor masih berlanjut seiring meningkatnya permintaan kendaraan. Ekspansi ekspor ke Timur Tengah dan Asia Tengah diharapkan memperluas basis pasar di tengah penguatan pasar domestik.




