Jakarta, VIVA – Polisi mengungkap, aksi pembunuhan yang dilakukan Abdullah Syauqi Jamaludin terhadap tiga anggota keluarganya berlangsung dalam senyap, saat para korban terlelap dan tak berdaya.
Penyidikan mengungkap, rencana itu dimulai dari langkah sederhana namun mematikan. Pelaku lebih dulu keluar rumah untuk membeli racun tikus di warung, sebelum kembali ke kontrakan yang menjadi lokasi tragedi.
“Kemudian dia kembali ke rumahnya mencampurkan zat tersebut dalam panci yang disitu sudah ada rebusan tehnya,” tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Onkoeseno Gradiarso Sukahar, dikutip Sabtu 7 Februari 2026.
Racikan beracun itu tak langsung digunakan. Setelah tercampur rata dalam rebusan teh, cairan tersebut dipindahkan ke dalam cangkir. Dari sinilah, pelaku melancarkan aksinya satu per satu.
“Rebusan ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah cangkir. Kemudian dari cangkir disuapi ke mulut ke para korban ketika korban terlelap tidur. Kemudian korban meninggal dunia,” katanya
Polisi menemukan fakta mengerikan lainnya. Aksi pelaku tidak dilakukan dalam satu tahap, melainkan dua proses yang terencana. Pada tahap awal, korban dibuat tidak sadarkan diri. Setelah memastikan kondisi korban lemah namun masih bernapas, pelaku kembali melakukan aksi lanjutan.
“Ada 2 proses yang dilakukan pelaku. Pertama, korban dibuat pingsan dengan metode tertentu. Kemudian proses kedua setelah memastikan korban pingsan namun belum MD (meninggal dunia), dia menyendokkan racun lagi ke dalam mulut korban,” kata dia.
Rangkaian perbuatan itu berujung pada tewasnya tiga orang di dalam rumah kontrakan tersebut. Kepada penyidik, pelaku tidak mengelak. Ia mengakui seluruh perbuatannya dan menyatakan aksi itu telah direncanakan sejak awal.
“Bahwa memang pelaku sudah merencanakan dan ini semua hasil BAP (berita acara pemeriksaan) tersangka dan sudah mengakui,” tuturnya.
Meski demikian, polisi tidak berhenti pada pengakuan semata. Penyidik tetap mengedepankan metode scientific crime investigation untuk memastikan secara ilmiah penyebab kematian serta cara yang digunakan pelaku.
“Namun walaupun tersangka mengakui, kami tetap secara scientific crime investigation tetap melakukan penyidikan terkait dengan siasat yang mengakibatkan kematian tersebut dan sudah sampaikan bahwa semuanya terkait dan semuanya, termasuk kejiwaannya juga normal,” katanya lagi.





