IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat, khususnya orangtua, untuk senantiasa mengantisipasi kemungkinan terjadinya darurat medis saat melakukan perjalanan jauh bersama buah hati. Hal ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan anak selama di perjalanan.
Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
"IDAI mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orangtua yang akan melakukan perjalanan jauh bersama bayi dan anak, untuk selalu mempersiapkan diri dengan memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian," ujar Piprim melalui keterangan resmi. dikutip Sabtu (7/2).
Baca juga : Memahami Gumoh pada Bayi: Kapan Orangtua Harus Mulai Waspada?
Selain pemeriksaan fisik, persiapan logistik medis pribadi juga menjadi poin krusial.
Piprim menganjurkan orangtua untuk membawa berbagai keperluan medis, termasuk obat-obatan pribadi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sang anak. Langkah ini dinilai penting agar penanganan awal bisa dilakukan secara mandiri sebelum mendapatkan bantuan profesional.
Lebih lanjut, orangtua juga diminta untuk proaktif mempelajari prosedur permintaan pertolongan darurat pada sarana transportasi yang digunakan, baik itu pesawat, kereta api, maupun kapal laut.
Baca juga : Membangun Benteng Digital: Memastikan Kesiapan Anak Sebelum Terjun ke Ruang Siber
Kecepatan tindakan menjadi kunci utama, mengingat kondisi darurat medis pada anak memerlukan penanganan yang cepat dan tepat dari tenaga medis.
Imbauan ini berkaca pada insiden medis yang terjadi di udara baru-baru ini. IDAI memberikan apresiasi tinggi kepada Dr. dr. Erli Meichory Viorika, Sp.A, anggota IDAI Cabang Bengkulu, yang secara sigap memberikan pertolongan pertama pada bayi berusia 22 bulan yang mengalami kejang dalam penerbangan Citilink QG 990 rute Jakarta-Bengkulu pada Mei 2025.
"Ini merupakan refleksi langsung dari komitmen profesi dokter anak yang siap membantu dalam situasi apapun sesuai dengan sumpah dan etik kedokteran, meskipun berada di luar lingkungan klinis formal," tegas Piprim.
Melalui peristiwa ini, IDAI berharap para orangtua semakin mawas diri dan membekali diri dengan pengetahuan dasar serta kesiapan medis yang matang sebelum menempuh perjalanan jauh. (Ant/Z-1)




