Penulis: Fityan
TVRINews - Meksiko
Presiden Sheinbaum berupaya negosiasi dengan AS guna hindari sanksi tarif energi.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengumumkan komitmen negaranya untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa bahan pangan ke Kuba.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dan ekonomi dari Amerika Serikat yang melumpuhkan pasokan energi di negara kepulauan tersebut.
Dalam keterangannya pada Jumat 6 Februari 2026 waktu setempat, Sheinbaum menegaskan bahwa bantuan tersebut akan dikirimkan paling lambat Senin mendatang.
Fokus utama pengiriman mencakup stok makanan dan pasokan darurat lainnya yang diminta langsung oleh pemerintah Havana.
"Kami berencana mengirimkan bantuan ini segera. Ini adalah bentuk dukungan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan," ujar Sheinbaum dalam kunjungannya ke Michoacan.
Navigasi di Tengah Blokade Energi
Meksiko saat ini berada dalam posisi diplomatik yang sulit. Di satu sisi, Sheinbaum berupaya membantu krisis kemanusiaan di Kuba; di sisi lain, ia harus bernegosiasi dengan Presiden AS Donald Trump.
Washington sebelumnya telah mengeluarkan ancaman tarif bagi negara mana pun yang mencoba membantu Kuba melewati blokade minyak.
Pemerintahan Trump baru-baru ini menetapkan Kuba sebagai "ancaman luar biasa" bagi keamanan nasional AS melalui perintah eksekutif.
Langkah ini secara efektif melarang pengiriman bahan bakar, yang sangat krusial bagi stabilitas jaringan listrik Kuba.
"Tentu saja, kami tidak ingin ada sanksi yang dijatuhkan terhadap Meksiko," tambah Sheinbaum, menyoroti pentingnya dialog dengan Washington untuk memulihkan akses energi bagi masyarakat Kuba tanpa mengorbankan hubungan dagang Meksiko-AS.
Krisis Kemanusiaan yang Mendalam
Kondisi di Havana kian memprihatinkan dengan pemadaman listrik yang kronis dan kelangkaan kebutuhan pokok.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut.
PBB memperingatkan bahwa infrastruktur dasar Kuba terancam runtuh total jika kebutuhan minyak tidak segera terpenuhi.
Meksiko sendiri tercatat melakukan penjualan minyak senilai $496 juta ke Kuba pada tahun 2025 melalui perusahaan negara, Pemex.
Meski demikian, Pemex menegaskan bahwa volume tersebut kurang dari satu persen dari total produksi mereka dan murni bersifat bantuan kemanusiaan.
Reaksi dari Havana dan Washington
Menanggapi tekanan tersebut, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan Amerika Serikat.
Namun, ia menekankan bahwa diskusi tersebut harus dilakukan tanpa tekanan atau prasyarat yang merugikan kedaulatan negaranya.
Sementara itu, meskipun AS menawarkan tambahan bantuan senilai $6 juta melalui jalur gereja, Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernandez de Cossio, mengkritik langkah tersebut sebagai tindakan "munafik."
Ia menilai Washington sengaja menghancurkan ekonomi jutaan orang lalu menawarkan bantuan kecil sebagai kedok.
Krisis ini diperkirakan akan menjadi ujian besar bagi kepemimpinan Sheinbaum dalam menjaga keseimbangan antara solidaritas regional Amerika Latin dan stabilitas hubungan ekonomi dengan Gedung Putih.
Editor: Redaktur TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494265/original/054745600_1770282460-Bhayangkara_FC_vs_Borneo_FC.jpg)

