REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kacang hijau tidak hanya lezat, namun juga memiliki manfaat luar biasa untuk kesehatan. Pakar gizi IPB University, Prof Ali Khomsan, menyebut kacang hijau sebagai salah satu sumber protein nabati penting yang bisa mencegah stunting pada anak.
Menurut dia, kandungan protein kacang hijau relatif tinggi sehingga dapat mendukung pemenuhan gizi khususnya pada anak-anak dan ibu hamil. Selain itu, kata dia, harga kacang hijau juga tergolong murah sehingga terjangkau bagi keluarga-keluarga di Indonesia.
- Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 130 Ribu, Kemenkes Ajak Masyarakat Rutin Cek Ginjal
- Pola Makan Nabati Bisa Bantu Cegah Penyakit Ginjal Kronis
- Orang Tua Wajib Tahu! Hal Ini yang Harus Dicek pada Label Makanan Anak
"Kalau kita bicara tentang kacang hijau sebagai leguminosa (kacang-kacangan), itu adalah tanaman yang memang kaya protein. Kandungan proteinnya bisa berkisar 20 sampai 35 persen, sehingga relatif tinggi," kata Prof Ali Khomsan dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, pemanfaatan kacang hijau sebagai makanan tambahan di posyandu dapat berkontribusi pada peningkatan asupan protein anak, terutama bagi mereka yang mengalami stunting, gizi kurang, atau gizi buruk. Namun, ia menegaskan bahwa pemberian makanan tambahan tidak bisa dilakukan secara sporadis.
.rec-desc {padding: 7px !important;}"Kalau di posyandu pemberiannya hanya satu bulan sekali, itu pasti tidak cukup. Anak-anak yang mengalami stunting atau masalah gizi harus diutamakan pendekatan pangan, diberikan makanan setiap hari, ada yang selama tiga bulan, ada yang sampai enam bulan," kata dia.
Prof Ali Khomsan menilai olahan kacang hijau dalam bentuk bubur, camilan, atau produk pangan lainnya relatif mudah diterima oleh anak-anak. Hal ini menjadikan kacang hijau berpotensi sebagai pangan lokal yang dapat diandalkan dalam upaya perbaikan gizi anak Indonesia.
Meski demikian, ia mengingatkan protein nabati memiliki daya cerna dan daya serap yang lebih rendah dibandingkan protein hewani. Oleh karena itu, kacang hijau tidak dapat berdiri sendiri sebagai solusi tunggal penanggulangan stunting.
"Protein nabati daya cernanya tidak setinggi pangan hewani, sehingga harus dikombinasikan dengan pangan hewani seperti susu, telur, atau sumber hewani lainnya. Tetapi pangan lokal kacang hijau ini tetap perlu dioptimalkan," kata dia.
la merekomendasikan agar pemanfaatan kacang hijau diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pemberian makanan tambahan di posyandu dan edukasi gizi masyarakat. Program tersebut, menurutnya, harus dilakukan secara rutin dan dalam jangka waktu yang cukup panjang agar berdampak nyata terhadap perbaikan status gizi dan pencegahan stunting pada anak.
A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)


