Bogor, tvOnenews.com - Bunga bangkai raksasa atau Amorphophallus titanium kembali mekar sempurna di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat (Jabar).
General Manager Corporate Communication PT Natura Raya sekaligus pihak pengelola Kebun Raya Bogor, Zaenal Arifin bersyukur bunga bangkai yang melegenda ini kembali mekar sempurna.
"Ini menjadi satu bukti bahwa Kebun Raya dapat melestarikan dan menjaga bunga bangkai raksasa ini," ujar Zaenal saat ditemui Tim tvOne, Jumat (6/2/2026).
Fase awal pemekaran Amorphophallus titanium terjadi sejak Minggu, 25 Januari 2026. Sementara, bunga langkah ini telah mekar terjadi pada hari Kamis, 5 Februari 2026, sekita pukul 00.24 WIB atau pukul 02.15 WIB.
Ia menjelaskan, Amorphophallus titanium dikenal sebagai spesies tumbuhan langka. Tumbuhan ini juga sudah hampir punah.
Pemekaran bunga legenda ini memantik para pengunjung dan pecinta tanaman. Mereka ingin menyaksikan Amorphophallus titanium mekar sempurna di area koleksi bunga bangkai, tepatnya di tebingan Mata Air Kahuripan.
Bunga langkah ini terakhir kali mekar sekitar 12 tahun lalu atau tepatnya pada 2014. Adapun pemekaran pertama tumbuhan legenda tersebut terjadi pada 2001.
Amorphophallus titanium telah mekar sebanyak 6 kali di Kebun Raya Bogor. Hasil itu terjadi sejak bunga langka ini dibawa oleh peneliti dari habitatnya di Jambi dan ditanam pada 11 September 1992 silam.
Adapun bunga bangkai lainnya dengan nomor koleksi VI.C.489 terakhir kali mekar pada tahun 2020 di Kebun Raya Bogor. Sementara, tumbuhan langka yang baru mekar adalah nomor koleksi 382.
Amorphophallus titanium telah mencapai fase mekar secara penuh dengan ketinggian 140 cm, dengan diameter 56 cm. Adapun pemekaran pada 2014, bisa mencapai setinggi 1 meter 80 cm.
Berdasarkan hasil pantauan Tim tvOne, pengelola telah memagari area di sekitar bunga bangkai raksasa ini. Zaenal menyampaikan alasannya sebagai upaya menjaga ekosistem 9 tumbuhan langka ini di Kebun Raya Bogor.
"Kita juga membersihkan gulma dan juga menjaga agar tidak disentuh oleh pengunjung. Bunga tersebut cukup sensitif, khawatir kalau ada sentuhan ataupun tergores itu bisa membatalkan mekarnya bunga," jelasnya.
Akan tetapi, pengelola tetap menyediakan ruang bagi para pengunjung yang ingin menyaksikan pemekaran. Mereka hanya bisa melihat bunga langka ini terbuka dari jarak 5 meter.



